Kalimantannews.id, Pontianak - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi mahasiswa.
Menurutnya, tantangan ke depan semakin berat sehingga mahasiswa harus siap menghadapi perubahan zaman.
Hal itu disampaikan Krisantus saat membuka Lomba Persekutuan Sekolah Tinggi Teologi Indonesia (STTI) yang diikuti 15 Sekolah Tinggi Teologi se-Kalbar di STT Anjungan, Mempawah, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema "God's Arrow Generation".
"Siapa yang tahu di sini para mahasiswa dan para dosen, 10 tahun ke depan seperti apa," kata Krisantus dalam sambutannya.
Ia mengatakan, mahasiswa STTI tidak harus menjadi pendeta. Lulusan STTI juga bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang sosial dan kelembagaan di masyarakat.
Namun, tantangan terbesar yang harus diantisipasi adalah penguasaan ilmu dan teknologi. Sebab saat ini hampir semua kebutuhan manusia bisa dipenuhi melalui aplikasi dan teknologi, mulai dari transaksi, pendidikan, belanja, hingga informasi.
"Informasi juga jangan ditelan mentah-mentah tapi harus dicek dan ricek kebenarannya, karena berseliweran berita-berita hoax," ujarnya.
Krisantus mencontohkan pengalamannya saat bertugas di Komisi I DPR RI. Ia dituntut mampu berbahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan para duta besar, mengikuti fit and proper test calon dubes, hingga membahas alutsista dan pertahanan.
Sebagai mahasiswa, ia juga berpesan agar tidak hanya belajar hal-hal yang baik di dunia teknologi. Mahasiswa harus berani belajar hal-hal buruk agar mampu memilah mana yang benar dan tidak benar.
"Semua ada di dalam teknologi. Kita bisa lihat penipuan menggunakan filter di medsos, yang bopeng jadi cantik dan ganteng. Kita lihat bagaimana transaksi secara global, pemasaran, bisnis, hingga pendidikan dan informasi. Sehingga saya berpesan, kuasailah teknologi," pungkasnya.
