Gema Emas Ramadan, Pegadaian Pontianak Pikat Masyarakat dengan Layanan Cuci Emas Gratis
- Tren investasi emas di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan. Pegadaian mencatat kelolaan emas nasional telah mencapai 147 ton, dengan pertumbuhan bisnis emas lebih dari 100 persen sepanjang tahun lalu.
- Pencapaian tersebut memperkuat posisi Pegadaian sebagai pionir bullion bank pertama di negara Indonesia.
- Memanfaatkan momentum Ramadan, Pegadaian Area Pontianak menggelar kegiatan Gema Ramadan Bareng Tring pada 14–15 Maret 2026 di Gaia Bumi Raya City Mall wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat.
- Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi investasi emas sekaligus memperkenalkan aplikasi digital Tring by Pegadaian kepada masyarakat.
- Deputy Bisnis Area Pontianak, Abdul Lafaz Isnainy, menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional di 12 kota untuk memperkuat akses investasi emas digital.
- Melalui aplikasi Tring, masyarakat dapat membeli, menjual, serta memantau investasi emas secara praktis melalui ponsel.
- Acara Gema Ramadan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif serta hiburan, seperti talkshow investasi emas, bazar emas, layanan cuci emas gratis, pengecekan kadar emas tanpa biaya, bazar UMKM lokal, hingga lomba tilawah Al Quran dan busana muslim anak.
Kalimantannews.id, Pontianak - Bulan suci Ramadan tahun ini membawa berkah ganda bagi masyarakat Kalimantan Barat.
PT Pegadaian (Persero) Area Pontianak menyulap Gaia Bumi Raya City Mall, Kabupaten Kubu Raya, menjadi episentrum literasi keuangan dan hiburan Islami melalui ajang Gema Ramadan Bareng Tring by Pegadaian.
Gelaran dua hari pada 14-15 Maret 2026 ini bukan sekadar festival musiman, melainkan strategi jitu BUMN pionir bullion bank pertama Indonesia dalam mendekatkan investasi emas ke hati masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk mal, pengunjung disambut booth interaktif yang menawarkan layanan istimewa cuci emas gratis dan pengecekan kadar emas tanpa biaya.
Antusiasme warga terlihat saat mereka mengantre membawa perhiasan kesayangan dari cincin kawin warisan nenek hingga gelang calon buah hati untuk dikembalikan kilaunya menyambut Idulfitri.
"Tidak ada syarat khusus. Masyarakat silakan datang bawa emasnya untuk dicek keasliannya atau dicuci agar kembali kinclong saat dipakai di hari raya," tutur Deputy Bisnis Area Pontianak, Abdul Lafaz Isnainy, saat Media Gathering PT Pegadaian Regional Kalimantan 2026 di Hotel Golden Tulip Pontianak.
Tujuan ini murni meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya investasi emas tanpa cemas alias tidak ragu lagi.
Investasi Emas Melesat 100 Persen
Langkah Pegadaian menggelar festival di 12 titik nasional ini berakar pada optimisme pasar. Secara nasional, kelolaan emas Pegadaian mencapai angka fantastis 147 ton.
Lebih mengejutkan lagi, kinerja emas di BUMN ini mencatat pertumbuhan lebih dari 100 persen pada tahun lalu.
Capaian ini mengukuhkan posisi Pegadaian sebagai bullion bank pertama yang mampu mengintegrasikan layanan emas fisik dengan ekosistem digital.
Abdul Lafaz menegaskan, ajang di Pontianak menjadi prioritas utama Kantor Wilayah Balikpapan.
"Kami ingin memperkuat brand Tring sebagai solusi investasi emas mudah, cepat, dan aman bagi semua kalangan," kata Abdul Lafaz Isnainy.
Tring by Pegadaian menjadi senjata utama transformasi digital. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat membeli, menjual, dan memantau investasi emas kapan saja.
Dengan pendekatan digital, Pegadaian berharap investasi emas semakin inklusif, terutama menjangkau generasi muda yang akrab dengan gawai.
Bazar UMKM dan Edukasi Finansial
Kemeriahan Gema Ramadan tidak melulu soal emas. Puluhan stan UMKM lokal turut meramaikan, menawarkan beragam produk mulai dari kuliner khas hingga busana muslim.
Pegadaian memberikan ruang gratis bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan di momen Ramadan.
"Kami memberikan ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk mereka. Ini bentuk nyata dukungan Pegadaian terhadap pemberdayaan ekonomi daerah," jelas Abdul Lafaz Isnainy.
Rangkaian talkshow edukasi investasi emas menghadirkan narasumber kompeten, membedah strategi mengelola keuangan keluarga dan masa depan dengan emas.
Materi disampaikan lugas, membongkar mitos bahwa investasi emas hanya untuk kalangan berada. Justru, dengan fitur tabungan emas digital, masyarakat bisa memulai investasi dengan nominal kecil.
Hiburan Religi dan Lomba Islami
Puncak acara semakin semarak dengan kehadiran musisi nasional Marcell Siahaan dan figur publik Rizwan Fadilah.
Alunan musik mereka berpadu dengan semarak lomba bernuansa Islami: Lomba Tilawah Al-Qur’an dan Lomba Busana Muslim Anak.
Faktor religi, budaya, dan keamanan menjadi pendorong utama. Ramadan sendiri selalu menjadi momentum peningkatan transaksi emas, baik untuk koleksi pribadi maupun hadiah Lebaran.
Pegadaian kini tidak hanya identik dengan logo kuning dan kantor tradisional. Aplikasi Tring by Pegadaian menjadi game changer, memungkinkan masyarakat Kalimantan Barat yang tersebar di wilayah luas untuk mengakses investasi emas hanya dari genggaman.
Cukup unduh aplikasi, lakukan verifikasi, dan masyarakat bisa mulai membeli emas dengan harga mulai Rp10.000.
Fitur menarik lainnya adalah emas fisik bisa diantar atau diambil langsung di outlet Pegadaian terdekat.
Ekosistem ini menjawab keraguan masyarakat terhadap investasi digital kerap dianggap abstrak.
Dengan Pegadaian, investasi digital tetap berujung pada kepemilikan emas fisik nyata.
Komitmen Masa Depan
Melalui Gema Ramadan Bareng Tring, Pegadaian berharap masyarakat Pontianak semakin melek finansial dan mulai melirik emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Emas bukan sekadar perhiasan, tetapi aset yang nilainya terus tumbuh dan mampu menjadi penyelamat di masa sulit.
Abdul Lafaz Isnainy menutup pernyataannya dengan optimisme. "Kami ingin membangun kebiasaan baik berinvestasi sejak dini.
Ramadan adalah bulan penuh berkah, waktu tepat memulai niat baik, termasuk merencanakan keuangan masa depan."
Dengan 147 ton emas kelolaan nasional dan pertumbuhan 100 persen, Pegadaian membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap emas tak pernah pudar.
Kini, dengan sentuhan digital dan pendekatan humanis, investasi emas bukan lagi milik segelintir orang, tetapi terbuka lebar untuk seluruh rakyat Indonesia.
Ini mengonfirmasi pergeseran paradigma investasi masyarakat Indonesia. Lonjakan 100 persen dan kelolaan 147 ton emas nasional bukan sekadar angka.
Ini melainkan refleksi kepercayaan publik terhadap instrumen logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pegadaian, melalui program Gema Ramadan, tidak hanya mengejar target bisnis tetapi juga melakukan edukasi massif selama ini menjadi gap antara kesadaran dan aksi investasi.
Kehadiran layanan cuci emas gratis menjadi simbol transformasi layanan BUMN yang dahulu kaku menjadi humanis.
Masyarakat tidak lagi merasa asing dengan gedung berkubah kuning, sebaliknya, Pegadaian hadir di ruang publik modern seperti mal.
Integrasi aplikasi Tring menunjukkan Pegadaian paham betul demografi investor masa depan adalah generasi milenial dan Gen Z yang mendambakan kemudahan transaksi 24/7.
Dari perspektif ekonomi kerakyatan, penyertaan bazar UMKM lokal menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah.
Momentum Ramadan biasanya identik dengan konsumsi tinggi, diarahkan menjadi produktif dengan mengedukasi pedagang kecil memanfaatkan layanan keuangan formal.
Talkshow dan lomba Islami menambah dimensi spiritual, mengingatkan bahwa investasi dunia dan akhirat bisa berjalan beriringan.
Istilah bullion bank sendiri masih asing di telinga awam, namun dengan pendekatan ini masyarakat diajak memahami bahwa kini emas tidak hanya disimpan di bawah bantal, tetapi bisa dikelola sebagai instrumen keuangan modern.
Data 147 ton dan pertumbuhan 100 persen memberikan kredibilitas pada narasi positif ini lebih menanjak.
Ke depan, tantangan Pegadaian adalah menjaga momentum literasi digital agar tidak hanya berhenti di kota besar.
Pontianak sebagai pintu gerbang Kalimantan menjadi barometer sejauh mana masyarakat di wilayah timur Indonesia mengadopsi investasi digital.
Jika sukses, Pegadaian akan menjadi fondasi kokoh bagi inklusi keuangan nasional yang selama ini dicanangkan pemerintah.




















