Kalimantannews.id
Dari Aldi ke Tri: Jejak BaktI dan Harapan Baru Polresta Bandung

Dari Aldi ke Tri: Jejak BaktI dan Harapan Baru Polresta Bandung

Dari Aldi ke Tri Jejak BaktI dan Harapan Baru Polresta Bandung
  • Pisah sambut Kapolresta Bandung 28 September 2026 Kombes Aldi Subartono menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Kombes Tri Suhartanto. 

  • Capaian gemilang peringkat pertama keamanan, penyelesaian perkara 92 persen, kepuasan masyarakat 85,59 persen menjadi bekal berharga. 

  • Tri pulang ke tempat yang pernah dipimpinnya 13 tahun silam, membawa visi pelayanan humanis, integritas, dan semangat JAWARA, menargetkan kepuasan masyarakat naik hingga 90 persen. 

  • Suasana haru pisah sambut Kapolresta Bandung 28 September 2026 Kombes Aldi Subartono berpamitan, Kombes Tri Suhartanto disambut polisi cilik dan tarian Lengser, momen penghormatan warga serta arahan perdana semangat JAWARA. Dokumentasi kebersamaan di halaman Mapolresta Bandung.

Kalimantannews.id, Bandung - Halaman Mapolresta Bandung sore itu berkilauan bunga dan haru. Dua polisi cilik menyambut sosok yang pulang, dan satu sosok yang berkelana pergi diiringi tepuk tangan serta deru motor pengantar tulus. 

Senin, 28 September 2026, Soreang. Langkah Kombes Aldi Subartono melangkah perlahan menyusuri halaman yang selama 21 bulan menjadi saksi baktinya. 

Sejak 14 Januari 2025, ia dan jajaran tidak sekadar menegakkan hukum — mereka menanam kepercayaan. 

Peringkat pertama evaluasi keamanan se-Polda Jawa Barat, penyelesaian perkara 92 persen, indeks kepuasan masyarakat 85,59 persen. Angka bukan sekadar laporan, melainkan bukti kehadiran nyata. 

“Rekan-rekan telah menorehkan sejarah,” ucap Aldi lirih namun tegas. Ia berpesan agar dukungan utuh tercurah bagi penggantinya. Harapan tertuju jelas: pertahankan, lalu dorong hingga 90 persen. 

Di luar gerbang, barisan pengemudi ojek online berdiri tegak. Mereka mengantar kepergiannya penghormatan sederhana bagi sosok yang hadir di tengah mereka.

Pulang ke Tanah Kenangan


Kombes Pol Tri Suhartanto melangkah masuk, disambut tawa polisi cilik, alungan bunga, dan tarian Lengser. 

Ini bukan tempat asing. Tiga belas tahun silam, ia pernah berdiri di sini sebagai Kasat Reskrim. 

“Alhamdulillah, diberi amanah melanjutkan estafet yang luar biasa,” ucapnya. Rekam jejak membuktikan kesiapan penyidik KPK, Kapolres Kotabaru, Wakapolres Jakarta Barat, hingga Kapolres Cimahi. 

Ia memandang warisan pendahulunya bagaikan pesawat terbang stabil di ketinggian. Tugasnya bukan mengubah arah, melainkan menjaga kemudi agar melaju lebih jauh dan lebih mulia. 

Semangat yang Menghidupkan

Dari Aldi ke Tri Jejak BaktI dan Harapan Baru Polresta Bandung
Pertemuan dengan Kapolsek dan pejabat utama menjadi panggung perdana kata-katanya. Tegas, hangat, dan meresap ke sanubari. 

Kewenangan bukan keunggulan, melainkan beban tanggung jawab. Masyarakat datang bukan membawa masalah mereka mencari jalan keluar. 

“Jangan biarkan mereka pulang kecewa,” pesannya. “Kitalah yang harus menjadi solusi, bukan bagian dari masalah.” 

Ia mengingatkan menjauhi segala jeratan yang merusak kehormatan. Seragam bukan sekadar kain, melainkan amanah. Jaga diri, jaga keluarga, jaga institusi. 

Lalu hadir makna JAWARA  Jaga, Amanah, Wibawa, Adaptif, Ramah, Berakhlak. Enam huruf menjadi cermin diri. Hadir sebelum dipanggil, melayani sebelum diminta, tetap berbuat baik meski tak dihargai.

“Pangkat dan jabatan akan berlalu. Kebaikanlah yang dikenang,” ucapnya menutup arahan. Satu hati, satu langkah Polri hadir untuk masyarakat, mengabdi untuk negeri.
Di Bandara Supadio, Tangan-Tangan Menenun Harapan bagi Ibu dan Mereka Menjaga Langit

Di Bandara Supadio, Tangan-Tangan Menenun Harapan bagi Ibu dan Mereka Menjaga Langit

Di Bandara Supadio, Tangan-Tangan Menenun Harapan bagi Ibu dan Mereka Menjaga Langit
  • General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, menatap mata setiap ibu hamil, lalu menyandarkan tangan di bahu relawan wajahnya kerap tertutup kabut. Di ruang itu tak ada pembatas antara pimpinan dan warga. 

  • Hanya ada tatapan yang saling menguatkan, senyum yang membasahi rindu pengakuan, dan harapan yang tumbuh di antara tangan saling menggenggam. Dua gerakan berjalan serentak. Kesehatan ibu dan anak dijaga, relawan garda terdepan dilindungi. Kerja sama lintas sektor mewujudkan lingkungan sehat. 

  • Mata ibu hamil berbinar di Gedung Candra Dista Wiradi. Relawan yang bertarung di balik kabut asap akhirnya didengar dan dipeluk. Dua janji kesetiaan di Kubu Raya Kalimantan Barat menjaga calon penerus, melindungi pahlawan tanpa jubah.

  • Dua program menyatu di hari yang sama. Gizi ibu-anak dijaga, relawan garda terdepan dihargai. Kebersamaan menjadi kekuatan paling tulus menghadapi segala ujian. 

Kalimantannews.id, Kubu Raya -  Sinar pagi menyelinap lewat jendela Gedung Candra Dista Wiradi Selasa 29 September 2026. Ruangan itu bukan sekadar tempat berkumpul melainkan saksi ikatan tangan yang saling mengulur. 

PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Internasional Supadio menghadirkan dua gerakan sekaligus. “InJourney Airport Pangan Berdaya” menyentuh ranah gizi ibu dan anak. “InJourney Airports Tanggap Bencana” merespons kabut asap yang kerap menyelimuti tanah ini. 

Hadir di sana Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya. Business Manager PT Kimia Farma Apotek turut hadir melengkapi jajaran. 

Para Kepala Desa Limbung, Arang Limbung, Teluk Kapuas, dan Kuala Dua hadir mendampingi warga. Para ibu hamil duduk tenang menyimak setiap penjelasan yang disampaikan. 

Para relawan Masyarakat Peduli Api berdiri tegak di sisi ruangan. Mereka adalah garda terdepan yang selama ini menjaga lingkungan tanpa banyak sorotan. 

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, berdiri di hadapan seluruh hadirin. Suaranya tenang namun tegas memantul ke setiap sudut ruangan. 

“Program Pangan Berdaya hadir khusus untuk kesehatan ibu hamil serta tumbuh kembang anak,” ucap Maya Damayanti Selasa, 26 September 2026. 

“Pemberian makanan bergizi, vitamin, pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi dan konsultasi kami sediakan agar generasi penerus tumbuh kuat dan cerdas,” kata Maya Damayanti.  

Calon Penerus Bangsa


Setiap butir nasi bergizi dan setiap tablet vitamin bukan sekadar bantuan biasa. Ia benih yang ditanam di tubuh calon penerus bangsa demi masa depan yang lebih cerah. 

Pemeriksaan medis menyeluruh menjamin ibu tetap bugar dan kandungan tumbuh sehat. Sosialisasi yang mendalam membekali keluarga dengan pengetahuan yang berguna jangka panjang. 

Pandangan kemudian beralih ke sisi lain yang tak kalah penting. Kabut asap tahunan selalu datang bagai tamu tak diundang yang membawa risiko kesehatan luas. 

Relawan Masyarakat Peduli Api adalah yang pertama melangkah ke medan panas dan berbahaya. Keringat mereka menetes tanpa banyak diketahui oleh orang banyak. 

Setiap Jiwa Berjuang

Di Bandara Supadio, Tangan-Tangan Menenun Harapan bagi Ibu dan Mereka Menjaga Langit
Bantuan berupa masker dan susu steril diserahkan langsung kepada para relawan. Barang sederhana itu menyimpan makna penghargaan yang mendalam bagi setiap jiwa yang berjuang. 

“Kami melihat perjuangan kalian di lapangan dan kesehatan serta stamina kalian adalah prioritas kami,” tegas Maya. Kalimat sederhana itu membasahi dahaga pengakuan yang sering tak terucap selama ini. 

Relawan tersenyum dan mata mereka berbinar menerima perhatian yang tulus. Kerja keras mereka kini dilihat, dihargai, didukung secara nyata oleh pihak yang berwenang. 

“Kami percaya bergandengan tangan antara pemerintah, mitra, masyarakat, dan kami segala tantangan dapat dihadapi,” lanjutnya. “Masa depan yang lebih sehat dapat kita wujudkan bersama-sama.” 

Tak ada satu pihak pun mampu berdiri sendiri menghadapi masalah sebesar ini. Setiap peran saling melengkapi bagai jalinan anyaman yang kuat. 

Dinas kesehatan menyebar ilmu yang menyelamatkan nyawa. Dinas sosial menjangkau mereka yang membutuhkan uluran tangan sesegera mungkin. 

Mitra usaha menyediakan sarana yang mempercepat pelaksanaan program. Masyarakat ikut menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap layak ditinggali semua. 

Dua program ini bukan acara sesaat yang berlalu begitu saja. Ia tanda kesungguhan perusahaan hadir menyatu dengan kehidupan warga sekitar. 

PT Angkasa Pura Indonesia tak sekadar mengelola pesawat yang terbang tinggi ke angkasa. Ia juga merawat bumi tempat kaki berpijak dan generasi tumbuh. 

Bandara bukan sekadar pintu masuk atau keluar bagi tamu yang melintas. Ia jantung yang berdetak menyatu dengan warga Kubu Raya setiap harinya. 

Udara bersih, ibu sehat, anak cerdas, lingkungan terjaga adalah tujuan sebenarnya dari segala usaha. Semua itu diraih bukan sendirian melainkan bersama-sama. 

Hari itu bukan sekadar penyerahan bantuan rutin yang tertulis di laporan. Ia janji yang ditepati kepada warga yang hidup mengelilingi kawasan bandara. 

Janji bahwa kehadiran sebuah perusahaan dapat terasa menyejukkan hati. Bahwa kemajuan tidak boleh melupakan kemanusiaan yang menjadi dasarnya. 

Matahari semakin tinggi menandakan berakhirnya kegiatan yang hangat itu. Para ibu pulang membawa harapan lebih terang untuk anak yang akan lahir. 

Para relawan melangkah kembali ke tugas dengan semangat yang baru menyala. Langkah nyata kebaikan akan terus berlanjut selama ada tangan yang saling terulur.  

Kekuatan perubahan lahir dari kebersamaan. Dukung terus gerakan kesehatan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekitar kita. Setiap langkah kecil berdampak besar bagi masa depan Kalimantan Barat.
Ombudsman RI Kalbar Kunjungi Rutan Mempawah, Kawal Layanan Publik

Ombudsman RI Kalbar Kunjungi Rutan Mempawah, Kawal Layanan Publik

Tim Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat saat melakukan kunjungan kerja ke Rutan Kelas IIB Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat, 25 September 2026.   Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan publik, pemenuhan hak warga binaan, serta evaluasi tata kelola pemasyarakatan.   Dalam kegiatan itu, petugas memperoleh arahan mengenai integritas, profesionalisme, transparansi alur layanan, kelayakan layanan dasar, dan pencegahan pungutan liar.   Kepala Rutan Mempawah Ade Rusman menegaskan komitmen memperbaiki kualitas pelayanan melalui kolaborasi bersama berbagai unsur.   Penguatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung langkah Rutan Mempawah menuju predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK.
  • Tim Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat saat melakukan kunjungan kerja ke Rutan Kelas IIB Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat, 25 September 2026. 

  • Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan publik, pemenuhan hak warga binaan, serta evaluasi tata kelola pemasyarakatan. 

  • Dalam kegiatan itu, petugas memperoleh arahan mengenai integritas, profesionalisme, transparansi alur layanan, kelayakan layanan dasar, dan pencegahan pungutan liar. 

  • Kepala Rutan Mempawah Ade Rusman menegaskan komitmen memperbaiki kualitas pelayanan melalui kolaborasi bersama berbagai unsur. 

  • Penguatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung langkah Rutan Mempawah menuju predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK.

Kalimantannews.id, Mempawah - Pagi di Mempawah berjalan seperti biasa pada Jumat, 25 September 2026. Di balik tembok Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Mempawah, rutinitas para petugas bertemu satu agenda penting, memastikan pelayanan publik tetap berdiri di atas integritas.

Hari itu, Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat datang membawa fungsi pengawasan. Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat ruang, fasilitas, atau kelengkapan layanan, melainkan membaca lebih dekat bagaimana hak warga binaan dipenuhi serta bagaimana petugas bekerja menghadapi tuntutan pelayanan publik.

Suasana penerimaan berlangsung terbuka. Pihak Rutan Mempawah menyambut tim Ombudsman sebagai bagian dari proses evaluasi sekaligus penguatan internal agar pelayanan terus bergerak menuju sistem birokrasi lebih transparan, akuntabel, dan responsif.

Kunjungan itu memberi ruang bagi petugas untuk bercermin. Pelayanan di balik pintu rutan tidak hanya berbicara soal prosedur, tetapi menyangkut manusia, keluarga, hak dasar, serta kepercayaan masyarakat.

Dalam postingan Instagram resmi @rutan_mempawah, agenda tersebut disebut tidak berhenti pada pemeriksaan fasilitas dan pemenuhan hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Tim Ombudsman turut memberikan penguatan kepada jajaran petugas pemasyarakatan.

Pesannya sederhana, tetapi tuntutannya tidak ringan. Setiap layanan harus memiliki alur jelas, mudah dipahami, terbuka, serta bebas dari praktik pungutan liar.

Standar pelayanan prima menjadi salah satu perhatian. Mulai dari transparansi alur kunjungan keluarga hingga kelayakan layanan dasar, setiap bagian perlu dijalankan secara profesional.

Bagi warga binaan, pelayanan bukan sekadar urusan administrasi. Sebuah informasi tepat waktu, petugas responsif, atau prosedur kunjungan keluarga secara jelas dapat menentukan rasa aman seseorang di tengah ruang hidup terbatas.

Jaga Integritas Petugas

Ombudsman RI Kalbar Kunjungi Rutan Mempawah, Kawal Layanan Publik

Di hadapan jajaran pemasyarakatan, Ombudsman menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme. Tantangan pekerjaan di lapangan tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan standar pelayanan.

Adalah Ade Rusman. Ia merupakan Kepala Rutan Kelas IIB Mempawah, melihat kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen internal. Ia menegaskan Rutan Mempawah berkomitmen menjaga serta memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Sehingga kedepannya dalam rangka pemenuhan segala bentuk layanan Rutan Mempawah akan menggandeng semua unsur atau pihak guna memastikan bahwa segala pelayanan teknis Pemasyarakatan bisa cepat, akurat dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat,” ucap Ade Rusman Senin, 28 September 2026.

Pernyataan itu menunjukkan arah pembenahan tidak hendak dikerjakan sendirian. Rutan Mempawah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai unsur agar proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan.

Ada satu sikap tegas lain dari Ade, yakni penolakan terhadap pelanggaran. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja bebas dari penyimpangan.

Zona Integritas


Penguatan pelayanan kemudian diarahkan pada target lebih besar, yakni Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK. Target itu membutuhkan lebih dari slogan sebab integritas harus terlihat dalam kebiasaan kerja sehari-hari.

Ombudsman memberikan edukasi sekaligus motivasi agar petugas semakin memahami standar pelayanan prima. Pendekatan humanis menjadi bagian penting sebab warga binaan tetap memiliki hak memperoleh pelayanan secara layak.

Di titik ini, pembenahan birokrasi bertemu persoalan manusia. Petugas membutuhkan ketegasan dalam menjalankan aturan, tetapi warga binaan membutuhkan perlakuan manusiawi agar sistem pemasyarakatan tidak kehilangan sisi kemanusiaannya.

Kunjungan Ombudsman akhirnya dapat dibaca sebagai ruang dialog antara pengawasan dan pelayanan. 

Pengawas melihat praktik di lapangan, sementara pengelola rutan memperoleh masukan untuk memperbaiki celah pelayanan.

Bagi Rutan Mempawah, pekerjaan belum selesai ketika sebuah kunjungan berakhir. Justru setelah rombongan Ombudsman meninggalkan kompleks rutan, tantangan sesungguhnya dimulai, yakni membuktikan komitmen melalui tindakan.

Pelayanan publik membutuhkan konsistensi. Transparansi harus hadir dalam prosedur, integritas harus tampak dalam keputusan, sedangkan sikap humanis perlu terasa dalam interaksi sehari-hari.

Dari balik tembok rutan, kepercayaan publik dibangun melalui perkara kecil. Informasi diberikan secara terbuka, layanan dijalankan sesuai standar, pungli ditolak, serta setiap petugas memahami bahwa seragam membawa tanggung jawab.

Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat ke Rutan Mempawah menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan tidak cukup dinilai dari fasilitas. 

Ukuran lebih penting berada pada cara institusi menjaga hak, merawat integritas, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

WBK bukan sekadar predikat administratif. Ia merupakan ukuran konsistensi ketika aturan diuji oleh keadaan. 

Ketika petugas berhadapan dengan kebutuhan warga binaan, serta ketika kepercayaan masyarakat harus dijaga setiap hari.
Akselerasi Sertifikasi ISPO: Menembus Batas Regulasi Sawit Kalimantan Barat

Akselerasi Sertifikasi ISPO: Menembus Batas Regulasi Sawit Kalimantan Barat

Akselerasi Sertifikasi ISPO: Menembus Batas Regulasi Sawit Kalimantan Barat
  • Sosialisasi dan Klinik ISPO 2026 di Kota Pontianak hari ini menjadi benteng penyelamat rantai pasok sawit Kalimantan Barat. 

  • Menghadapi regulasi Uni Eropa (EUDR) dan regulasi nasional Perpres 16/2025, GAPKI bersama Disbunnak Kalimantan Barat memacu pencapaian 100 persen sertifikasi demi kepastian ekspor dan kesejahteraan pekebun. 

  • Penerapan kebijakan Uni Eropa terkait European Union Deforestation Regulation (EUDR) menuntut transparansi ketertelusuran rantai pasok secara penuh. 

  • Tanpa pemenuhan standar sertifikasi dan tata kelola yang legal, petani sawit swadaya dan korporasi berisiko tereliminasi dari pasar ekspor global.

  • Kalimantan Barat: Memiliki luas areal sawit mencapai 2.305.536,57 hektare dengan produksi CPO dan PK sebesar 7.989.462,31 ton pada 2025. 

  • Namun hingga Juni 2026, baru 119 perusahaan perkebunan dan 2 lembaga petani (Koperasi Persada Engkersik Lestari dan Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang di Kabupaten Sekadau) yang tersertifikasi ISPO.

  • Daftarkan kebun sawit Anda di Klinik ISPO GAPKI sekarang demi kepastian ekspor dan kemajuan daerah!

Kalimantannews.id, Pontianak - Dengung pendingin ruang Ball Room Hotel Golden Tulip Pontianak menyatu halus dengan riuh gumam ratusan auditor legalitas serta pengusaha sawit. 

Di sudut panggung, layar digital menampilkan peta hamparan hijau seluas 2,3 juta hektare tanah Kalimantan Barat. 

Di sinilah, pada Rabu pagi 19 Agustus 2026, takdir tata kelola emas hijau bumi khatulistiwa kembali dipertaruhkan.  

Rino Anteno Tengo melangkah tenang ke balik podium. Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat itu merapikan lembar sambutannya, lantas menatap tajam para hadirin. 

Raut wajahnya menyiratkan ketegasan sekaligus kecemasan halus atas bayang-bayang regulasi Uni Eropa yang kian menjepit.  

Akselerasi Sertifikasi ISPOTangan Rino terangkat perlahan saat memaparkan angka produksi yang perkasa. 

"Tahun 2025 total luas areal kelapa sawit telah mencapai 2.305.536,57 hektare dengan produksi CPO dan PK mencapai 7.989.462,31 ton," tegasnya suara mantap. 

Namun di balik melimpahnya minyak mentah, terdapat gelombang tekanan internasional seperti aturan bebas deforestasi EUDR yang berpotensi memutus nadi rantai pasok petani kecil mandiri.  

Langkah penyelamatan tidak bisa ditunda. Pemerintah bergerak cepat menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025. 

"Sertifikasi ini bukan sekadar alat kontrol atau beban administrasi, melainkan bekal strategis agar sawit Indonesia berdaya saing global," tambah Rino. 

Sertifikasi kini tidak lagi memotret kebun hulu, melainkan menjangkau industri hilir hingga bioenergi.  

"Sampai dengan bulan Juni Tahun 2026 berdasarkan laporan yang kami terima sebanyak 119 Perusahaan Perkebunan di Kalimantan Barat telah memiliki Sertifikat ISPO, dan terdapat 2 lembaga petani yang telah menerima sertifikat ISPO yaitu Koperasi Persada Engkersik Lestari dan Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang," kata Rino Anteno Tengo, Plt. Kadisbunnak Kalbar  

Tantangan Regulasi Perkebunan Kelapa Sawit

Akselerasi Sertifikasi ISPO: Menembus Batas Regulasi Sawit Kalimantan Barat
Di barisan depan, Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Barat, Aris Supratman, menyimak lekat. 

Garis wajahnya mencerminkan beban berat sekaligus optimisme tinggi. Bagi Aris, standar keberlanjutan adalah benteng pertahanan yang wajib diperkokoh dari dalam, bukan dinding ratapan yang dihindari.  

Aris berdiri, memegang mikrofon dengan jemari erat. Ia mengingatkan bahwa hingga Juli 2025, baru 587 dari 743 anggota GAPKI nasional atau sekitar 79 persen yang tersertifikasi. 

Tantangan makin rumit kala disrupsi pandemi berlapis dengan dinamika Pasal 110A dan 110B Undang-Undang Cipta Kerja serta penertiban kawasan hutan. 

"ISPO jangan kita lihat semata-mata sebagai kewajiban administratif atau sekadar kewajiban menghadapi audit. ISPO harus kita jadikan sebagai instrumen untuk memperbaiki tata kelola perusahaan, memperkuat sistem manajemen, meningkatkan kepatuhan, mengurangi risiko, dan meningkatkan daya saing," kata Aris Supratman, Ketua GAPKI Kalimantan Barat.

Aris menoleh ke arah para auditor internal yang duduk menyebar. Gestur telunjuknya mengetuk meja kecil, memberikan penekanan mendalam. 

"Internal Auditor jangan hanya diposisikan sebagai pihak yang menyiapkan perusahaan menghadapi audit eksternal. Internal Auditor harus menjadi early warning system. Gap harus ditemukan lebih awal, ketidaksesuaian harus segera diperbaiki," cetusnya lugas.  

Ruang klinik berlanjut hangat. Para tim legal, manajemen keberlanjutan, serta akademisi Universitas Tanjungpura dan Universitas Nahdlatul Ulama melebur dalam diskusi pemecahan masalah. 

Dari simulasi audit hingga penyusunan rencana aksi konkret, setiap peserta menggenggam kepastian langkah baru.  

Sinergi lintas sektor antara Pemprov Kalbar, Ditjen Perkebunan, dan GAPKI menjadi kunci penghubung agar petani kecil tak tertinggal di lorong sunyi persaingan pasar global. 

Keberlanjutan bukan lagi slogan di atas kertas, melainkan peradaban baru ekonomi hijau Kalimantan Barat. 
Anggaran Besar, Kinerja Melempem

Anggaran Besar, Kinerja Melempem

Kalimantannews.id, Pontianak - Melihat mega korupsi pada kasus tambang PT QSS dengan pemiliknya Aseng yang sudah menjadi tersangka, ini tak lepas daripada kinerja Polda Kalimantan Barat, khususnya saat Kapoldanya Irjen Pol Pipit Rismanto memegang komando (3 tahun menjabat). Padahal negara menyediakan anggaran besar untuk Polda Kalbar, sehingga pencegahan hukum atau penindakan hukum di wilayah Kalbar harusnya dapat maksimal dilaksanakan. 

Tetapi nyatanya apa ? Aseng bisa bebas mengeruk bauksit ilegal di Sanggau Kalbar dengan IUP akal-akalan sehingga negara dirugikan triliunan rupiah. 

Lucunya, yang bertanggung jawab terhadap keamanan, pencegahan dan pengawasan serta penindakan terkait masalah hukum di wilayah Polda Kalbar malah promosi ke Polda provinsi lain. 

Ketua FPPI (Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia) Kolonel Purn Dr Rolando M Nainggolan mengatakan, bila kita lihat dari sisi anggaran, orang no satu di Polda Kalbar saat kasus Aseng terjadi harusnya malu atau siap bertanggungjawab, kenapa tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik khususnya pada kasus Aseng dan Mabes Polri juga tak melihat hal ini. 

"Bahkan tanggungjawab Kapolda Kalbar pada kasus Aseng seharusnya menjadi dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Kapolda sehingga perlu diselidiki dengan sangat serius oleh Propam Mabes Polri," ujar Rolando.

Apabila kita melihat alokasi pagu anggaran Polda Kalimantan Barat Tahun 2025 yang diperoleh dari data yang tersaji dalam media umum, berdasarkan evaluasi dan penyusunan dokumen RKA-K/L itu ditetapkan sebesar Rp1,468 triliun. Dana ini secara garis besar dialokasikan untuk membiayai tiga komponen utama belanja pemerintah.

Berikut adalah rincian spesifik alokasi anggaran dan jenis-jenis belanja: Belanja Pegawai, Dana ini diperuntukkan bagi pembayaran gaji, tunjangan, dan hak-hak personel kepolisian serta ASN di lingkungan Polda Kalbar. 

Belanja Barang, Dialokasikan untuk mendukung operasional rutin satuan kerja, pemeliharaan sarana dan prasarana (seperti pemeliharaan kendaraan dan gedung), serta penyediaan alat material khusus. 

Belanja Modal, ditujukan untuk pengadaan aset tetap, pembangunan fasilitas baru, atau pembaruan peralatan strategis jangka panjang. 

"Pagu sebasar Rp1,468 triliun ini tentu sungguh cukup besar dan harapannya akan banyak program unggulan khususnya dalam penegakan hukum di wilayah Kalimantan Barat dapat ditangani," ujarnya.

Namun efektivitas DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Polda Kalbar tahun 2025 menjadi tidak optimal, terutama karena diduga terseretnya mantan Kapolda Kalimantan Barat (Irjen Pol Pipit Rismanto) ke dalam pusaran kasus korupsi tata kelola pertambangan bauksit yang menjerat pengusaha Sudianto alias Aseng. 

Situasi ini memicu banyak kendala di lapangan. Berikut adalah beberapa indikator mengapa pengelolaan anggaran menjadi terganggu dan dinilai tidak berjalan efektif: 

Penyalahgunaan Wewenang (Konflik Kepentingan): Diduga adanya keterlibatan atau oknum pimpinan yang membekingi tambang ilegal justru membuat operasional penegakan hukum internal tidak berjalan. 

"Anggaran pencegahan dan penindakan illegal mining yang ada di DIPA menjadi tidak efektif karena terjadi pembiaran atau penyimpangan," tegasnya.

Pergeseran Fokus Institusi: Dengan adanya pemeriksaan Divisi Propam Polri dan pergantian pucuk pimpinan (serah terima jabatan Kapolda Kalbar pada Juli 2026), energi, waktu, dan anggaran operasional Polri yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat dan menjalankan program kerja tahunan tersedot untuk mengurus krisis internal. 

Indikasi Kebocoran Anggaran: Kasus penyimpangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang melibatkan penyelenggara negara mencerminkan lemahnya pengawasan internal. Dana pengawasan yang teralokasi dalam DIPA tidak menghasilkan pencegahan dini (early warning system) yang efektif terhadap tindak pidana korupsi. 

Gangguan Kepercayaan Publik: Kinerja program-program unggulan Polda Kalbar terhambat karena turunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi akibat skandal ini, membuat implementasi program strategis tidak mendapat dukungan penuh. 

Selanjutnya pula, bila kita mengacu pada adanya penanganan yang diterangai sama hubungannya dengan kegiatan Ilegal Mining Aseng yang telah masuk dalam laporan yaitu PT EJM, tetapi tidak ditindaklanjuti sementara anggaran dari DIPA telah tersedia, ini juga sudah suatu kelalaian Etika Kerja. 

Dalam institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dugaan pembiaran atau keterlibatan seorang Kapolda dalam kasus illegal mining (seperti praktik ilegal oleh tokoh tertentu di wilayah hukumnya) merupakan bentuk pelanggaran berat. 

Hal ini diproses melalui investigasi internal yang bermuara pada Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP). 

Landasan Aturan dan Mekanisme Penindakan
Penanganan pelanggaran etika dan disiplin bagi perwira tinggi seperti Kapolda diatur secara ketat dalam Peraturan Polri No. 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri. 

Etika Kelembagaan dan Kenegaraan Seorang Kapolda diwajibkan menjadi teladan, menegakkan hukum secara adil, dan melarang segala bentuk penyalahgunaan wewenang atau pembiaran terhadap tindak pidana di wilayahnya. 

Pemeriksaan Internal, Apabila terdapat indikasi pembiaran atau pelanggaran, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) akan melakukan pemeriksaan awal. • 

Sidang Komisi Kode Etik
Jika terbukti melakukan pelanggaran berat, Kapolda yang bersangkutan akan menjalani Sidang KKEP. 

Potensi Sanksi yang Diterima
Berdasarkan aturan kode etik Polri, sanksi yang dijatuhkan dapat berupa:

1. Sanksi Etika: Pernyataan perbuatan tercela dan kewajiban meminta maaf di depan sidang atau institusi. 2. Sanksi Administratif: Mutasi yang bersifat demosi (penurunan jabatan), penundaan kenaikan pangkat, hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari dinas kepolisian. 

Jalur Penegakan Hukum Ganda

Selain sanksi etik, pembiaran atau keterlibatan dalam kejahatan lingkungan dan korupsi sumber daya alam juga dapat diproses melalui peradilan pidana umum. Jika Kapolda terbukti menerima suap atau melindungi aktivitas ilegal, mereka dapat dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).(OK)
Merengkuh Panggung, Merajut Percaya Diri Bersama Bebelac Little Star

Merengkuh Panggung, Merajut Percaya Diri Bersama Bebelac Little Star

Merengkuh Panggung, Merajut Percaya Diri Bersama Bebelac Little Star
  • Bebelac Little Star 2026 resmi membuka gerbang partisipasi mulai 1 Juli hingga 14 Agustus 2026. Inisiatif ini adalah jawaban nyata atas dahaga para orang tua akan wadah pengembangan potensi anak. 

  • Data Talker Research mengungkap fakta menggugah, sebanyak 92 persen orang tua mendambakan kesempatan optimal bagi tumbuh kembang buah hati mereka. Lebih dalam lagi, 64 persen khawatir potensi anak belum terasah maksimal.

  • Program ini merangkul seluruh anak Indonesia berusia 1 hingga 10 tahun untuk mengeksplorasi bakat multifaset, mulai dari menyanyi, menari, bermusik, menggambar, olahraga, hingga akting. 

  • Riset Talker Research menguak fakta bahwa 92 persen orang tua mendambakan wadah optimal bagi tumbuh kembang buah hatinya. 

  • Menjawab dahaga akan ruang ekspresi yang inklusif, Bebelac Little Star 2026 resmi membuka gerbang partisipasinya. Lebih dari sekadar panggung audisi biasa, inisiatif ini adalah ekosistem pengembangan diri yang merajut erat antara keberanian bereksplorasi dan pentingnya stimulasi tepat guna. 

  • Psikolog Klinis Pritta Tyas menegaskan, kepercayaan diri adalah buah dari pengalaman bermakna yang dibangun sejak dini, bukan sesuatu yang instan. 

Kalimantannews.id, Jakarta - Pernahkah Anda menatap mata si kecil dan bertanya, panggung mana pantas untuk kilau uniknya? Bebelac Little Star 2026 hadir bukan sebagai kompetisi belaka, melainkan jawaban atas kerinduan setiap orang tua menyaksikan buah hati berani bersinar. 

Riset mengungkap 92 persen orang tua mendamba wadah optimal bagi tumbuh kembang anak. Menjawab dahaga itu, Bebelac Little Star 2026 resmi dibuka.  

Inisiatif ini menjadi panggung eksplorasi bakat multifaset, memadukan stimulasi berani berekspresi dengan pentingnya fondasi nutrisi presisi.  

Kolaborasi bersama Sherina Munaf menjadi suluh inspiratif, mengajak setiap anak menemukan caranya sendiri untuk bersinar.

Di tengah riuh rendah Jakarta, sebuah panggung metaforis kembali dibentangkan. Bukan sekadar pentas dengan sorot lampu gemerlap, melainkan sebuah wahana peradaban bagi jiwa jiwa mungil Nusantara. 

Bebelac Little Star 2026 resmi membuka gerbang partisipasinya, menggemakan sebuah deklarasi sunyi namun dahsyat setiap anak berhak atas panggungnya sendiri. Setiap potensi unik layak menemukan ruang untuk mekar dan bercahaya.

Inisiatif ini lahir dari kesadaran mendalam, bukan dari ruang hampa. Sebuah survei Talker Research menghadirkan potret rasa gamang sering kali membayangi nurani orang tua. 

Data itu bertutur, 64 persen orang tua khawatir potensi terbaik sang anak belum terasah optimal, sementara 66 persen lainnya bergelut dengan kecemasan seputar tumbuh kembang si buah hati. 

Puncaknya, nyaris seluruh responden, tepatnya 92 persen, mendambakan kesempatan emas bagi anak mereka untuk berkembang secara paripurna. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gemuruh hati yang mencari jawaban.

“Rasa percaya diri dan kemampuan anak tidak muncul secara instan, tetapi dibangun melalui pengalaman yang bermakna sejak dini,” tutur Psikolog Klinis dan Keluarga, Pritta Tyas, M.Psi sebagaimana ditulis Jumat, 10 Juli 2026.

Perkataan ini bak lensa yang memfokuskan pemahaman kita. Tumbuh kembang optimal adalah simfoni rumit yang mensyaratkan perpaduan apik. 

UNICEF, dalam visinya, menegaskan pentingnya harmonisasi nutrisi prima dan stimulasi tepat guna sebagai fondasi. 

Di titik inilah Bebelac hadir bukan hanya sebagai produk, melainkan sebuah ekosistem pendukung. 

Mereka merajut dua benang krusial: asupan fisik lewat Bebelac NutriGreat+ dengan Triple Fibers, DHA lebih tinggi, dan nol sukrosa, serta asupan mental melalui panggung Bebelac Little Star 2026.

Marketing Manager Bebelac, Ceasyalya Tahara, mengonfirmasi filosofi ini dengan fasih.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi berbeda beda untuk bersinar… tahun ini kami kembali menghadirkan Bebelac Little Star 2026 sebagai wadah bagi anak Indonesia untuk berani mengeksplorasi minat dan bakatnya, mengekspresikan diri, serta membangun rasa percaya diri melalui pengalaman yang positif,” ucapnya.

Menari di Bawah Bimbingan Sang Suluh Inspirasi

Audisi berlangsung hingga 14 Agustus 2026 ini merentangkan karpet merah bagi seluruh anak Indonesia berusia 1 hingga 10 tahun. 

Kategori bakatnya laksana palet warna lengkap dari lantunan suara, gerak tari yang memukau, petikan nada musik, goresan pensil penuh imaji, kelincahan olahraga, hingga seni peran ekspresif. 

Bebelac tidak menciptakan kontes sempit, mereka membuka kanvas luas agar setiap anak melukis versi terbaik dirinya.

Keistimewaan tahun ini kian bersinar dengan kolaborasi inspiratif bersama penyanyi Sherina Munaf. 

Sosoknya bukan sekadar nama besar, melainkan cerminan autentik dari proses seorang anak tumbuh, berkarya, dan terus bersinar tanpa kehilangan jati diri. 

Dua puluh Little Star terpilih akan mendapatkan pengalaman tak ternilai: tampil bersama Sherina dalam sebuah video musik spesial. Ini adalah monumen memori akan menjadi api abadi dalam perjalanan kepercayaan diri mereka.

Proses partisipasi dirancang amat sederhana di era digital ini. Orang tua cukup merekam momen si kecil beraksi, memastikan produk Bebelac ikut tersapa kamera, lalu mengunggahnya di Instagram atau TikTok dengan tagar resmi #BebelacLittleStar dan #CerdasSosial. 

Bagi yang mendamba pengalaman langsung, rangkaian audisi luring juga siap menyapa kota kota di Jawa, Bali, Sumatera, hingga Sulawesi.

Bebelac Little Star adalah pesan semesta bagi para orang tua, bahwa bakat adalah benih, dan kepercayaan diri adalah air serta mataharinya. 

Mari dukung si kecil melangkah, karena setiap anak berhak untuk bersinar, bukan sebagai bintang seragam, melainkan sebagai konstelasi keunikan merayakan hakikat dirinya sendiri.

Formulir Kontak