Ini Dia Cara Pertamina Kalimantan Ukir Rekor Proklim Utama Integrasi Kampung - Kalimantannews.id

Ini Dia Cara Pertamina Kalimantan Ukir Rekor Proklim Utama Integrasi Kampung

Ini Dia Cara Pertamina Kalimantan Ukir Rekor Proklim Utama Integrasi Kampung
Ini Dia Cara Pertamina Kalimantan Ukir Rekor Proklim Utama Integrasi Kampung
  • Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal Pontianak mencatat prestasi lingkungan dengan meraih tiga penghargaan Program Kampung Iklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup. 

  • Program Integrasi Antar Kampung mengantarkan Kampung Gambut Siantan Hilir meraih Trofi Proklim Utama, sementara Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa serta Kampung Tangguh 27 menerima Sertifikat Proklim Utama.

  • Program kolaboratif sejak Juni 2025 ini menghubungkan mitigasi iklim, adaptasi lingkungan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi warga. 

  • Keberhasilan tersebut memperkuat komitmen Pertamina Patra Niaga terhadap prinsip ESG dan dukungan target Net Zero Emission berbasis aksi iklim masyarakat di Kalimantan Barat.

Kalimantannews.id, Pontianak - Awal tahun 2026 menghadirkan kabar terang dari utara Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

Di tengah kegelisahan global soal iklim, tiga kampung berdiri tegak membawa kabar baik. Bukan sekadar simbol. Bukan pula seremonial.

Tiga kampung binaan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan resmi mengantongi predikat tertinggi Program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Prestasi tersebut bukan hadiah instan. Ada kerja sunyi. Ada proses panjang. Ada perubahan perilaku warga perlahan namun pasti. 

Melalui Integrated Terminal Pontianak, Pertamina Patra Niaga menenun program Integrasi Antar Kampung sejak Juni 2025. 

Program ini menjelma jembatan antarwilayah, antarwarga, antarpraktik baik lingkungan hidup tanpa pamrih.

Hasilnya mencatat sejarah baru Kalimantan Barat. Kampung Gambut Siantan Hilir meraih Trofi Proklim Utama. 

Dua kampung lain, Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa serta Kampung Tangguh 27, menerima Sertifikat Proklim Utama. Tiga capaian. Satu pendekatan. Satu ekosistem kolaboratif.

Integrasi Kampung Iklim

Ini Dia Cara Pertamina Kalimantan Ukir Rekor Proklim Utama Integrasi Kampung
Berbeda dari pola pendampingan konvensional, Integrasi Antar Kampung tidak berdiri sendiri alias mandiri. 

Program ini menghubungkan potensi tiap kampung dalam satu napas pembangunan berkelanjutan. Kampung gambut fokus konservasi lahan.

Kampung wisata menguatkan ekonomi kreatif ramah lingkungan. Kampung tangguh memperkokoh ketahanan pangan berbasis komunitas.

Pendekatan tersebut juga diklaim menciptakan pertukaran praktik baik lintas wilayah. Warga belajar dari warga.

Solusi tumbuh dari kebutuhan riil. Bukan konsep kaku di atas kertas. Setiap kampung bergerak sesuai karakter lokal, namun saling menopang tujuan bersama.

Pendampingan menyentuh aspek mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Skema bank sampah berkembang. 

Pemanfaatan energi terbarukan skala kecil mulai diperkenalkan. Adaptasi iklim diperkuat lewat ketahanan pangan lokal serta perlindungan gambut. Semua berjalan beriringan.

Dari dapur warga hingga jalur wisata tenun, kesadaran lingkungan tumbuh menjadi kebiasaan harian tanpa keluh kesah.

Inilah namanya fondasi Proklim Utama. Bukan cuama hanya sekadar dokumen lomba saja. Melainkan perubahan nyata adanya itu.

Rekor Kalimantan Barat

Trofi Proklim Utama Kampung Gambut Siantan Hilir mencatatkan rekor baru provinsi. Untuk pertama kali, Kalimantan Barat memiliki kampung bergelar Proklim Utama pada periode penilaian ini.

Capaian tersebut bukan keberuntungan sesaat. Ada konsistensi. Ada disiplin kolektif. Ada keberanian warga menjaga ruang hidup.

Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa menautkan tradisi dengan ekologi. Aktivitas wisata berpadu dengan pelestarian lingkungan. 

Limbah dikelola. Produksi tenun ramah lingkungan diperkuat. Kampung Tangguh 27 mengonsolidasikan pangan lokal, kebun warga, serta adaptasi iklim berbasis solidaritas.

Semua kampung bergerak dalam satu irama integratif. Tidak saling bersaing. Tidak berjalan sendiri. Pendekatan ini menjadi pembeda utama.

Konsistensi Pendampingan Warga

Ini Dia Cara Pertamina Kalimantan Ukir Rekor Proklim Utama Integrasi Kampung
Manager Integrated Terminal Pontianak, Tony Kurniawan, menegaskan keberhasilan tersebut lahir dari proses panjang pendampingan serta keterlibatan aktif masyarakat.

“Capaian tiga Proklim Utama ini bukan hasil instan. Integrasi antar kampung menjadi kunci percepatan, karena masing-masing wilayah saling menguatkan praktik baik yang sudah berjalan," kata dia.

"Ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Tony Kurniawan, hari ini Rabu, 14 Januari 2026.

Pendampingan ini katanya tidak berhenti pada pelatihan. Tim lapangan hadir rutin. Evaluasi berjalan berkala.

Tantangan direspons cepat. Model ini memperlihatkan CSR tidak sekadar bantuan fisik, melainkan penguatan kapasitas sosial.

Warga tidak diposisikan sebagai penerima pasif. Mereka menjadi aktor utama. Inisiatif tumbuh dari bawah. Pertamina hadir sebagai fasilitator.

Sinergi Pemerintah Lokal

Camat Pontianak Utara, Indrawan Tauhid, menilai kolaborasi lintas pihak menghadirkan dampak konkret tingkat RW. 

Perubahan perilaku lingkungan terlihat nyata. Kesadaran memilah sampah meningkat. Ruang hijau terjaga. Kemandirian ekonomi warga perlahan tumbuh.

“Kolaborasi dengan Pertamina membawa percepatan pembangunan di tingkat RW. Perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin terlihat, dan hal ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup serta kemandirian ekonomi warga,” ujar Indrawan Tauhid.

Sinergi pemerintah kecamatan menjadi faktor penguat. Regulasi lokal mendukung. Aparat wilayah terlibat aktif. Program tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian pembangunan wilayah.

Taktik Transformasi CSR Ala Pertamina

Area Manager Communication Relations and CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menegaskan capaian Proklim Utama mencerminkan transformasi pendekatan CSR perusahaan.

“Program integrasi antar kampung menunjukkan bahwa CSR tidak hanya tentang membangun satu lokasi, tetapi membentuk ekosistem yang saling terhubung. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif mampu menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang lebih berkelanjutan,” kata Edi Mangun.

Lebih jauh, Edi Mangun juga menautkan capaian ini dengan komitmen ESG serta agenda nasional pengendalian iklim.

“Capaian Proklim Utama ini sekaligus memperkuat komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance serta mendukung agenda pemerintah menuju Net Zero Emission melalui aksi iklim berbasis masyarakat,” ucap Edi Mangun.

Pernyataan tersebut menegaskan arah CSR Pertamina bergerak menuju dampak jangka panjang, bukan sekadar kepatuhan.

Ekosistem Hijau Berkelanjutan

Dengan raihan trofi serta sertifikat Proklim Utama, Integrated Terminal Pontianak berkomitmen memperluas replikasi program. 

Integrasi Antar Kampung akan diperluas ke wilayah operasional lain. Tujuannya membangun ekosistem hijau tangguh Kalimantan Barat.

Pendekatan integratif membuka peluang percepatan adaptasi iklim berbasis komunitas yang ada di wilayah ini. 

Tantangan iklim tidak menunggu. Solusi perlu bergerak cepat. Program ini membuktikan kolaborasi lokal mampu menjawab tantangan global.

Di tengah narasi krisis iklim, tiga kampung di Pontianak Utara memilih bergerak. Tidak menunggu. Tidak mengeluh. 

Mereka membuktikan perubahan bisa dimulai dari halaman rumah, lorong kampung, serta solidaritas warga.

Proklim Utama bukan akhir. Ini pijakan awal. Dari kampung, iklim dijaga. Dari kolaborasi, masa depan dirawat.

Formulir Kontak