Wagub Krisantus Dapat Julukan "Wagub Kocak" Saat Hadiri Prayer Gathering - Kalimantannews.id

Wagub Krisantus Dapat Julukan "Wagub Kocak" Saat Hadiri Prayer Gathering

Wagub Krisantus Dapat Julukan "Wagub Kocak" Saat Hadiri Prayer Gathering
Membangun Kebersamaan dan Memperkuat Pelayanan: Sinergi dan Kolaborasi
Kalimantannews.id, Pontianak - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mendapat julukan "Wagub Kocak" dari para peserta Prayer Gathering ke-V Jaringan Doa Wanita Nasional. Julukan itu muncul karena gaya bicaranya yang diselingi canda dan lelucon. 

Acara dengan tema "Membangun Kebersamaan dan Memperkuat Pelayanan: Sinergi dan Kolaborasi" tersebut dihadiri peserta dari 38 provinsi dan 1 peserta dari Sarawak, Malaysia. Kegiatan berlangsung di Pontianak, Jumat (9/10/2026). Acara ini sekaligus ditutup Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan yang didukung juga oleh Wakil Bupati Landak Erani.

Para peserta, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu lansia, dibuat tertawa terpingkal-pingkal oleh cerita-cerita lucu dan bermakna yang disampaikan Krisantus. 

Candaan yang disampaikan Wagub merupakan joke multi-etnis yang menyentuh realitas sosial di masyarakat Indonesia. 

Salah satu guyonan yang paling mengundang tawa terjadi saat ia memberi salam kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

"Salam saya kepada Gubernur Maluku Utara Ibu Sherly," kata Krisantus. Spontan ucapan itu disambut tawa peserta karena ada perwakilan dari Maluku Utara yang hadir. 

Wagub juga membagikan cerita tentang keluguan masyarakat Dayak dalam memberi nama anak. Menurutnya, masyarakat Dayak tidak memiliki nama marga, sehingga nama diberikan berdasarkan situasi dan kondisi saat bayi lahir. 

"Warga Dayak tidak punya nama. Makanya ambil nama dari orang lain atau situasi saat itu, saat bayi dilahirkan, dilihat, didengar saat itu. Ketika dia memberi nama 'kotoran', itulah yang dia alami," kata Krisantus disambut tawa peserta. 

"Untung saja bapak saya sekolah, jadi tak memberi nama 'kotoran'. Kan tidak lucu juga kalau nama anaknya suatu hari jadi Wagub dan kemudian bernama Wagub Kotoran," candanya yang membuat ruangan kembali riuh oleh tawa. 

Dalam sambutannya yang tidak dibacakan, karena dinilai normatif, Krisantus juga berpesan agar para ibu menguasai teknologi.

"Ibu-ibu harus mampu memanfaatkan teknologi sehingga memudahkan kehidupan. Tapi juga harus tahu sisi negatif dari teknologi, khususnya yang ada di handphone. Karena banyak aplikasi yang bisa merubah kehidupan kita dalam sekejap. Mau baik atau buruk, 50:50 tinggal pilih. Karena itu kita harus banyak belajar dengan teknologi itu sendiri," ujarnya. 

Ia menegaskan peran ibu sangat vital sebagai garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul.

Formulir Kontak