- Pasokan LPG 3 kilogram di Pulau Kalimantan bagian barat dipastikan aman menjelang Natal 2025 serta Tahun Baru 2026.
- Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah penyaluran melalui extra dropping lebih dari 50 ribu tabung, terutama ke wilayah hulu.
- Operasi pasar digelar di sejumlah kabupaten guna menjaga akses LPG 3 kilogram atau bersubsidi bagi warga berhak.
- Pertamina menegaskan harga LPG 3 kilogram di pangkalan resmi mengikuti HET daerah serta mengimbau masyarakat berbelanja bijak agar pasokan tetap stabil selama periode Nataru.
Kalimantannews.id, Pontianak - Pasokan LPG 3 kilogram di Kalimantan Barat terpantau aman menjelang Natal 2025 serta Tahun Baru 2026.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah penyaluran melalui extra dropping serta operasi pasar.
Distribusi diawasi ketat. Pemerintah daerah terlibat aktif. Warga diminta berbelanja bijak sesuai kebutuhan.
Menjelang Natal serta Tahun Baru, kegelisahan publik selalu hadir diam diam. Dapur rumah tangga tidak mengenal tanggal merah. Kompor perlu menyala setiap hari.
Di Kalimantan Barat, tabung hijau LPG 3 kilogram kerap menjadi penanda denyut ekonomi rakyat kecil.
Dari rumah tangga sederhana hingga warung kopi pinggir jalan, energi bersubsidi menjadi sandaran hidup.
Desember selalu memicu lonjakan konsumsi. Aktivitas memasak meningkat. UMKM kuliner bermunculan sementara.
Arus mudik lokal turut mendorong kebutuhan bahan bakar rumah tangga. Kondisi sosial tersebut menjadi perhatian utama Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Tahun ini, kabar datang lebih menenangkan. Pasokan LPG 3 kilogram dinyatakan aman. Distribusi berjalan normal.
Tidak ada pengurangan alokasi. Tidak ada perlakuan istimewa. Semua bergerak mengikuti kuota resmi pemerintah.
Lonjakan Konsumsi Terpantau
Area Manager Communication Relations and CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan kondisi lapangan terkini.
Lonjakan konsumsi tercatat terutama di wilayah kabupaten hulu Kalimantan Barat.
“Terjadi lonjakan konsumsi LPG 3 kilogram di Kalimantan Barat, terutama di kabupaten wilayah hulu, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Nataru,” ujar Edi Mangun pada Jumat, 19 Desember 2025.
Lonjakan tersebut berdampak langsung pada realisasi penyaluran. Angka distribusi harian meningkat. Situasi ini tidak dibiarkan berlarut.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera mengajukan penambahan kuota kepada Kementerian ESDM. Persetujuan turun dalam waktu singkat.
“Realisasi penyaluran ditambah,” kata Edi Mangun.
Sebagai respons cepat, Pertamina menyalurkan extra dropping LPG 3 kilogram sejak pertengahan Desember.
Total lebih dari 50.000 tabung dilepas ke pasar. Prioritas diberikan kepada wilayah hulu Kalimantan Barat.
“Pada 16 Desember 2025 Pertamina telah menyalurkan extra dropping LPG 3 kilogram dengan total lebih dari 50.000 tabung,” jelas Edi Mangun.
Langkah ini bersifat preventif. Tujuannya menutup celah potensi kepanikan publik. Distribusi tambahan dilakukan melalui jalur resmi.
Agen serta pangkalan menerima suplai sesuai prosedur. Tidak ada distribusi liar. Selain extra dropping, operasi pasar digelar di sejumlah titik.
Kabupaten Sintang serta Kabupaten Landak menjadi lokasi prioritas. Operasi pasar memudahkan akses LPG bersubsidi bagi warga berhak.
Ada Pengawasan Diperketat
Distribusi LPG bersubsidi bukan perkara sederhana. Rantai penyaluran panjang. Risiko penyimpangan selalu ada.
Pertamina menyadari tantangan tersebut. Monitoring intensif dilakukan setiap hari.
“Pertamina terus melakukan monitoring intensif penyaluran LPG 3 kilogram di pangkalan, termasuk melalui laporan harian serta dokumentasi kondisi pangkalan,” kata Edi Mangun.
Koordinasi dijalin bersama pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. Pendekatan kolaboratif digunakan. Tujuannya memastikan distribusi tepat sasaran.
Pelanggaran langsung ditindak. LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi negara. Peruntukan jelas. Sasaran tegas.
Rumah tangga kurang mampu serta pelaku usaha mikro menjadi prioritas utama. Distribusi tidak boleh melenceng.
Isu harga kerap memicu keresahan publik. Pertamina menegaskan harga LPG 3 kilogram di pangkalan resmi mengacu pada Harga Eceran Tertinggi dari pemerintah daerah. Tidak ada ruang spekulasi.
Pembelian di luar pangkalan resmi berpotensi memicu harga tinggi. Masyarakat diimbau membeli langsung di pangkalan terdaftar.
Selain harga sesuai ketentuan, faktor keselamatan produk lebih terjamin. Tabung resmi melewati proses pemeriksaan berkala.
Segel terpantau. Risiko kebocoran dapat ditekan. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama.
Ketapang Jadi Cermin Lapangan
Kabupaten Ketapang sempat diliputi bisik kekhawatiran. Wilayah pesisir ini memiliki sebaran penduduk luas. Distribusi energi sering menjadi isu sensitif. Kali ini, situasi relatif kondusif.
“Saat ini, penyaluran LPG 3 kilogram di Ketapang didukung oleh 8 agen dengan lebih dari 200 pangkalan tersebar di sejumlah kecamatan,” kata Edi Mangun.
Wilayah layanan mencakup Delta Pawan, Benua Kayong, Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara, serta Muara Pawan.
Titik pangkalan berada dekat permukiman warga. Akses dibuat mudah. Distribusi berjalan bertahap dari SPBE menuju agen lalu berakhir di pangkalan resmi.
Catatan internal Pertamina menunjukkan lebih dari 150 ribu tabung LPG 3 kilogram telah disalurkan ke Ketapang sejak awal Desember. Angka tersebut terus bertambah mengikuti jadwal rutin.
“Penyaluran terus berjalan sesuai jadwal,” ujar Edi Mangun.
Data tersebut menegaskan pasokan tersedia. Isu kelangkaan sering dipicu panic buying. Pertamina mengantisipasi melalui sosialisasi terbuka.
Kondisi lapangan turut dirasakan warga. Aktivitas dapur berjalan normal. Warung kecil tetap buka. Antrean panjang tidak terlihat.
“Warung tetap buka. Tidak ada antrean panjang. Kondisi ini menghadirkan rasa aman buat kami jelang Natal serta Tahun Baru,” kata Kristina Natalia Pailina, warga Ketapang.
Testimoni ini mencerminkan stabilitas distribusi. Ketika pasokan terjaga, kehidupan sehari hari berjalan wajar. Kegelisahan publik dapat ditekan.
LPG 3 kilogram bukan komoditas bebas. Negara hadir melalui regulasi ketat. Agen serta pangkalan menjadi perpanjangan tangan negara. Setiap alokasi diawasi. Setiap penyaluran dicatat.
Pemerintah daerah memegang peran penting. Koordinasi rutin dilakukan bersama Pertamina. Aparat turun ke lapangan. Pengawasan terpadu menjadi kunci.
Pendekatan ini menjaga kepercayaan publik. Ketika informasi disampaikan terbuka, kepanikan mereda. Ketapang menjadi contoh pengelolaan distribusi energi bersubsidi berbasis kolaborasi.
Saluran Pengaduan Dibuka
Sebagai bagian komitmen pelayanan, Pertamina membuka kanal pengaduan publik.
Masyarakat dapat melapor melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, serta media sosial resmi pertamina135.
Setiap laporan ditindaklanjuti. Transparansi menjadi prinsip utama. Energi rakyat bukan sekadar angka distribusi. Ia menyangkut hajat hidup banyak orang.
Menjelang Natal serta Tahun Baru, maka, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen menjaga pasokan.
Kalimantan Barat memasuki akhir tahun tanpa gejolak berarti. Warga diminta tetap bijak. Belanja sesuai kebutuhan. Percaya jalur resmi.
Tabung hijau tetap hadir di dapur sederhana. Api kompor tetap menyala. Negara terus bekerja. Rakyat bahagia sentausa.


