- Peringatan HUT ke 68 Pertamina dimaknai Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui aksi kepedulian sosial di Kalimantan Barat. Kegiatan santunan dilaksanakan di Panti Asuhan Teresa Bakti Kota Pontianak serta Yayasan Ibu Bahagia Limbung Kabupaten Kubu Raya.
- Bantuan disalurkan kepada anak yatim serta dua puluh anak penyandang disabilitas tuna grahita berasal dari keluarga ekonomi rentan. Santunan berupa dana serta kebutuhan pendukung harian diserahkan langsung sebagai bentuk empati korporasi energi nasional.
- Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menegaskan peringatan ulang tahun menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial seiring pertumbuhan perusahaan.
- Program Tanggung Jawab Sosial serta Lingkungan terus dijalankan sebagai bagian praktik bisnis berkelanjutan guna menumbuhkan kepercayaan publik serta mempererat hubungan Pertamina bersama masyarakat Kalimantan Barat.
Kalimantannews.id, Pontianak - Di balik angka 68, usia matang bagi korporasi energi nasional, terdapat denyut empati bergerak senyap.
Pagi beranjak siang, udara Kota Pontianak Kalimantan Barat terasa lembap, halaman Panti Asuhan Teresa Bakti mendadak hidup.
Tawa anak anak menyela sunyi, tatapan mata polos menyambut tamu berbalut seragam rapi. Tanpa ada serobotan.
Hari itu bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan perjumpaan batin antara dunia usaha serta denyut kehidupan warga kecil.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memilih turun langsung, mendekat tanpa jarak, menyapa tanpa formalitas berlebih.
Momentum Hari Ulang Tahun ke 68 Pertamina dijadikan jalan sunyi menebar kepedulian sosial, bukan lewat pidato panjang, melainkan lewat sentuhan nyata.
Kegiatan santunan berlangsung pada dua titik berbeda. Kota Pontianak menjadi awal langkah, disusul Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Dua lokasi, dua lanskap kehidupan, satu benang merah empati.
Di Panti Asuhan Teresa Bakti, puluhan anak yatim duduk rapi. Wajah polos memancarkan rasa ingin tahu.
Santunan dana serta kebutuhan penunjang diserahkan langsung. Bukan sekadar angka, melainkan pesan keberpihakan.
Di ruangan sederhana itu, kehadiran Pertamina terasa setara, tanpa sekat status sosial. Artinya inilah setara.
Perjalanan berlanjut menuju Yayasan Ibu Bahagia. Di tempat ini, kehidupan berjalan dalam ritme berbeda.
Sejurus kemudian, dua puluh anak penyandang disabilitas tuna grahita tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Latar belakang orang tua didominasi petani penggarap lahan, buruh harian, pekerja serabutan. Setiap hari perjuangan hadir dalam bentuk paling nyata.
Santunan diserahkan dengan penuh kehati-hatian. Senyum sederhana terbit tanpa perlu kata. Ini artinya negara hadir untuk mereka.
Tatapan mata berbicara lebih lantang dibanding tepuk tangan. Di sinilah makna peringatan ulang tahun menemukan bentuk paling jujur.
Perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan hadir langsung. Pengurus yayasan mendampingi. Anak anak menjadi pusat perhatian.
Tidak ada jarak protokoler. Interaksi berlangsung cair. Canda kecil pecah, pelukan singkat tercipta, rasa haru menyelinap perlahan.
Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan makna di balik langkah sosial tersebut.
“Momentum HUT ke 68 Pertamina menjadi pengingat bagi kami bahwa pertumbuhan perusahaan perlu berjalan seiring kepedulian sosial," ucap Edi Mangun pada Minggu, 21 Desember 2025.
Jejak Empati Energi
Melalui kegiatan santunan ini, Pertamina ingin berbagi kebahagiaan serta menghadirkan manfaat langsung, khususnya bagi anak yatim serta anak disabilitas membutuhkan perhatian bersama.
Pernyataan itu juga cuma tidak berdiri sendiri. Ia hadir sebagai refleksi perjalanan panjang korporasi energi.
Pertumbuhan lini bisnis tanpa empati hanya menyisakan angka. Energi tanpa kepedulian kehilangan makna.
Terlihat jelas, suasana hangat itu menyelimuti dua lokasi kegiatan. Anak anak menyambut dengan antusias.
Pengurus yayasan menahan haru. Kebersamaan terasa tulus. Tidak ada kesan seremonial kaku. Semua mengalir apa adanya.
Bagi pengurus Panti Asuhan Teresa Bakti, kehadiran Pertamina memberi napas baru. Santunan membantu menopang kebutuhan harian anak asuh.
Lebih dari itu, perhatian moral memberi energi tambahan menjalani pengabdian panjang. Tanpa lelah, apalagi ungkitan.
Ruang Harap Sosial
Hal serupa dirasakan Yayasan Ibu Bahagia. Anak anak disabilitas membutuhkan lebih dari sekadar materi.
Kehadiran pihak luar memberi pengakuan sosial, rasa diterima, rasa dihargai. Di tengah keterbatasan, perhatian semacam ini menjadi penguat mental luar biasa.
Dalam konteks lebih luas, langkah Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mencerminkan pergeseran paradigma bisnis.
Tanggung Jawab Sosial serta Lingkungan tidak lagi sekadar kewajiban administratif. Ia menjelma etika korporasi, bagian integral praktik bisnis berkelanjutan.
Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina beroperasi di banyak ruang hidup masyarakat. Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah strategis.
Kepercayaan publik tumbuh bukan semata lewat pasokan energi stabil, melainkan melalui kehadiran sosial konsisten.
HUT ke 68 Pertamina menjadi titik refleksi. Usia membawa tanggung jawab lebih besar tetap tegar melayani kebutuhan energi negeri ini.
Di tengah dinamika industri energi global, langkah kecil semacam santunan sering terpinggirkan sorotan. Namun bagi penerima manfaat, arti besar terpatri.
Anak anak merasakan dunia masih peduli. Pengurus yayasan memperoleh keyakinan perjuangan tidak sendiri.
Kegiatan sosial semacam ini menumbuhkan ikatan emosional. Pertamina tidak hadir sebagai entitas jauh. Ia hadir sebagai tetangga, sebagai saudara, sebagai bagian dari komunitas.
Melalui rangkaian HUT ke 68, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmen menebar energi kebaikan. Langkah ini diharapkan berlanjut, tidak berhenti pada perayaan semata.
Pada akhirnya, makna ulang tahun tidak terletak pada lilin atau spanduk. Ia hidup dalam tindakan nyata.
Di mata anak anak Pontianak serta Limbung, Pertamina hadir sebagai harapan kecil, sederhana, namun bermakna panjang.


