FOJEKHA Bersama GENsi Indosat Pontianak Ajarkan Pelajar Berpikir Kritis dan Etika di Era AI - Kalimantannews.id

FOJEKHA Bersama GENsi Indosat Pontianak Ajarkan Pelajar Berpikir Kritis dan Etika di Era AI

FOJEKHA Bersama GENsi Indosat Pontianak Ajarkan Pelajar Berpikir Kritis dan Etika di Era AI
Pelatihan FOJEKHA dan GENsi Indosat di Pontianak ajarkan pelajar literasi digital, berpikir kritis, dan etika menghadapi era AI.
Pelatihan FOJEKHA dan GENsi Indosat di Pontianak ajarkan pelajar literasi digital, berpikir kritis, dan etika menghadapi era AI.

Kalimantannews.id, Kota Pontianak Kalimantan Barat - Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa (FOJEKHA) menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison, membawa sebuah misi melampaui kelas dan layar: “Pelajar Pontianak Kenali AI, Kuasai Masa Depan.”

Kegiatan yang lahir dari semangat Generasi Terkoneksi (GENsi) ini menjadi oase di tengah derasnya arus informasi tanpa arah.

SMA Negeri 1 Pontianak Kalimantan Barat. Itulah nama lokasinya. Menanam nalar digital abadi alias elamanya.

Sebanyak 110 pelajar dari berbagai sekolah SMAN 1, SMAN 3, SMAN 7, SMAN 10, MAN 2, dan SMK SMTI Pontianak hadir dengan mata berbinar.

Mereka bukan sekadar peserta, tapi calon navigator dunia digital yang tak lagi hitam putih.

Di halaman sekolah, beberapa siswa menanam pohon muda seolah simbol bahwa literasi digital pun perlu akar dan kesabaran untuk tumbuh.

“Pelatihan ini kami desain agar pelajar memahami bukan hanya cara menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana AI bekerja dan bagaimana kita bisa berpikir kritis terhadapnya,” kata Ketua FOJEKHA, Dedi. 

Literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Sebuah peringatan halus, bahwa di balik layar ponsel, ada algoritma yang menuntut manusia tetap berpikir bukan hanya menggulir.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang tak sekadar paham teori, tetapi pernah mencicipi getirnya hoaks dan bias informasi.

Ada Yoki Firmansyah, dosen UBSI Pontianak dan relawan Mafindo, serta Rendra Oxtora, Ketua AJI Pontianak yang dikenal tajam dalam menulis dan menilai informasi.

AI bukan musuh. Ia hanya cermin. Literasi digital adalah cara agar manusia tetap melihat pantulan dirinya di dunia serba algoritma.

FOJEKHA punya semangat yang tak kalah tinggi dari menara sinyal Indosat. Bersama program GENsi, mereka merangkai mimpi agar generasi muda Kalimantan Barat tak sekadar jadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta nilai di dalamnya.

“Kami berharap kegiatan ini jadi momentum bagi pelajar Pontianak untuk membuka wawasan tentang potensi besar AI,” kata Dedi.

Pesan itu sederhana, namun di situlah makna pendidikan digital sesungguhnya. Pelatihan ini bukan tentang mengenal nama aplikasi atau cara pakai chatbot, melainkan tentang menanam kesadaran bahwa kecerdasan buatan tanpa etika adalah kehampaan bising.

Akar Pengetahuan Era Digital

Penanaman pohon yang mengiringi kegiatan bukan sekadar simbol hijau. Ia melambangkan harapan agar ilmu dan empati tumbuh berdampingan di tanah Kalimantan Barat.

Seperti akar yang tak tampak tapi menopang batang, begitu pula nilai-nilai etika yang menopang dunia digital yang semakin canggih.

Di bawah rindang pohon baru itu, seorang siswi SMAN 3 berkata pelan, “Ternyata AI tidak seseram yang kita kira, asal kita tahu cara berpikirnya.”

Senyumnya merekah, seperti daun muda yang baru belajar menatap cahaya. Mungkin inilah makna sebenarnya dari pelatihan itu bukan untuk menghafal istilah,
melainkan menumbuhkan keberanian untuk bertanya dan berpikir.

Menumbuhkan Generasi Kritis

Program GENsi Indosat dan FOJEKHA menyadarkan bahwa masa depan digital tak hanya dibangun dari kabel dan sinyal, melainkan dari nalar dan karakter generasi yang mampu berpikir sendiri.

Sebab di balik setiap klik, ada pilihan moral dan di balik setiap algoritma, ada manusia yang menulis arah masa depan.

Adapun kegiatan ini rencananya akan dibuka langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri.

Formulir Kontak