Intel Kedinginan di Panther Lake: GPU Baru, Janji Lama Terulang Lagi - Kalimantannews.id

Intel Kedinginan di Panther Lake: GPU Baru, Janji Lama Terulang Lagi

Intel Kedinginan di Panther Lake: GPU Baru, Janji Lama Terulang Lagi
Intel kembali bikin geger Panther Lake bocor GPU Arc B370 diklaim lebih cepat tapi publik justru makin skeptis
Kalimantannews.id, Pulau Kalimantan - Kabar terbaru datang bukan dari panggung resmi, tapi dari kebocoran yang seolah disengaja. Panther Lake muncul di Geekbench seperti hantu tahu kapan harus menampakkan diri.

Intel tampak mencoba bermain misteri, tapi publik teknologi sudah terlalu sering dikecewakan janji tanpa ditepai.

Core Ultra 5 338H muncul bak tamu tak diundang membawa GPU 12-core misterius. iGPU-nya tak lagi berlogo “T” seperti Lunar Lake, seolah ingin menandai bab baru perjalanan.

Namun, di dunia silikon, logo baru tak selalu berarti lompatan besar dalam performa nyata. Hasil uji Vulkan menunjukkan angka menggoda 39.406 poin.

Naik 45 persen dibanding Arc 130V, yang sebelumnya hanya mencatat 27.209 poin. Tapi para pengulas tahu, angka di Geekbench sering kali manis hanya di atas kertas.

Arc B370, begitu ia dipanggil, terdengar gagah namun sedikit keliru dalam penamaan. Huruf “B” diyakini menunjuk ke arsitektur Battlemage, bukan Alchemist generasi sebelumnya.

Namun Geekbench kerap salah mengenali, apalagi bila ini versi praproduksi laptop uji internal. Publik lalu bertanya, apakah ini benar chip baru atau sekadar penyegaran kecil berbalut nama megah.

Intel, seperti biasa, memilih diam dan membiarkan rumor tumbuh liar di forum teknologi jadi bahan diskusi alot

Para pembocor justru lebih fasih menjawab dibanding humas perusahaan yang sibuk menyusun narasi aman.

Benchmark memang tampak menjanjikan, tapi realitas penggunaan tak selalu ikut melambung. GPU 12-core bukan jaminan laptop gaming akan lebih dingin atau irit baterai.

Faktanya, performa tinggi kerap berarti konsumsi daya lebih besar dan panas yang lebih bandel dikendalikan.
Intel kembali bikin geger Panther Lake bocor GPU Arc B370 diklaim lebih cepat tapi publik justru makin skeptis
Intel seolah berupaya menambal reputasi yang perlahan pudar sejak era Alchemist.

Panther Lake digadang sebagai jawaban untuk menyaingi AMD dan Apple Silicon. Namun dalam dunia chip, satu janji yang tak ditepati bisa jadi jurang reputasi yang dalam.

Dalam bocoran yang sama, terkuak pula dua varian lain: Core Ultra X9 388H dan X7 358H. Keduanya disebut-sebut akan membawa grafis internal lebih efisien dan clock speed lebih tinggi.

Namun kini, versi non-X justru lebih dulu muncul di medan uji publik seperti peringatan kecil. Geekbench mencatat konfigurasi CPU 8+4, seolah dua kluster inti yang saling berkejaran.

Namun rumor lain menyebut ada kombinasi 4 inti P, 4 inti E, dan 4 inti LPE. Struktur hibrida itu dianggap sebagai evolusi dari desain Meteor Lake yang masih hangat di pasaran.

Jika benar, maka Panther Lake bukan sekadar pembaruan performa, tapi restrukturisasi paradigma desain.

Intel juga ternyata berupaya menyeimbangkan efisiensi dan kekuatan, dua hal yang jarang akur dalam silikon.

Tapi setiap keseimbangan baru selalu datang dengan risiko kehilangan identitas lama. Publik pun mengingat kembali retorika lama: “tahun ini Intel bangkit.”

Kalimat itu sudah diulang sejak Skylake hingga Raptor Lake, tapi hasilnya sering serupa. Banyak janji performa, tapi sedikit transformasi nyata yang terasa di tangan pengguna laptop.

Panther Lake menjanjikan performa grafis 50 persen lebih cepat dari Lunar Lake. Namun klaim tanpa pembuktian hanya akan jadi headline sementara di blog teknologi.

Konsumen hari ini tidak mudah terpesona mereka menuntut bukti, bukan sekadar kata “lebih cepat” dari tetangga

Sementara itu, para pesaing di sudut lain sudah melangkah lebih jauh tanpa banyak bicara. Apple dengan M4 Pro-nya berbicara lewat daya tahan, bukan angka benchmark semata.

AMD dengan Strix Point fokus pada efisiensi energi dan AI engine yang nyata terasa manfaatnya. Intel tampak sibuk mengejar narasi heroik di tengah keraguan pasar yang makin dingin.

Nama Panther Lake terdengar kuat, tapi di baliknya ada pertanyaan: apakah ini kebangkitan atau pertahanan.

Setiap leak baru kini tak lagi disambut decak kagum, melainkan gelengan kepala pelan. Mungkin yang dibutuhkan Intel bukan GPU baru, tapi jujur tentang kekurangan produknya.

Gamer Frustasi dalam Diam

Arc B370 memang cepat, tapi belum tentu stabil dalam aplikasi berat harian. Driver Intel masih sering jadi momok yang membuat gamer frustasi dalam diam.

Dalam konteks ini, performa 45 persen lebih tinggi bukanlah kemenangan sejati. Jika panas melonjak dan kipas meraung, maka pengalaman pengguna justru turun drastis.

Konsistensi kinerja dan efisiensi daya jauh lebih bernilai dibanding angka benchmark sementara. Di sisi lain, kehadiran varian non-X seperti Core Ultra 5 338H menandakan strategi baru.

Intel tampaknya ingin menguji pasar mid-range dengan fitur kelas atas lebih dulu. Namun tanpa harga kompetitif dan konsumsi daya yang masuk akal, ini bisa jadi boomerang.

Intel mungkin perlu belajar dari kesederhanaan AMD dan agresivitas Apple. Keduanya tidak sibuk berganti logo, tapi fokus pada kestabilan dan pengalaman nyata.

Sementara Intel, meski punya teknologi hebat, kerap tersesat dalam labirin jargon marketing dimainkan tanpa alpha.

Panther Lake adalah cermin dari ambisi besar yang belum menemukan arah jelas. Performa meningkat, tapi identitas masih kabur di antara generasi demi generasi chip.

Publik butuh kepastian bahwa “Ultra” bukan sekadar label kosong penuh hiperbola pada jagad teknologi.

Jika kebocoran ini disengaja, mungkin Intel tengah mengukur reaksi pasar dengan diam-diam. Namun terlalu banyak bocoran tanpa produk nyata bisa menimbulkan kebosanan publik.

Setiap leak yang tak diikuti peluncuran hanya menambah daftar janji tak selesai. Ada ironi terselubung dalam perjalanan Intel beberapa tahun terakhir.

Mereka ingin jadi penantang baru di arena grafis internal, tapi bayang-bayang masa lalu terlalu panjang. Alchemist masih meninggalkan noda kompatibilitas yang belum sepenuhnya bersih.

Kini dengan Arc B370, Intel punya kesempatan menebus kesalahan itu, jika berani terbuka ke publik luas.

Kinerja yang diukur bukan hanya lewat angka, tapi melalui pengalaman konsisten lintas aplikasi tersebut.

Itulah bentuk kejujuran teknologi yang seharusnya jadi prioritas di era transparansi digital kekinian inilah.

Publik tak butuh GPU yang paling cepat, tapi yang paling bisa diandalkan tiap hari, faktanya kacau balau.

Jika Arc B370 mampu menjaga suhu, efisiensi, dan kestabilan frame rate, itulah soal kemenangan sejati namanya.

Namun begitu, jika tidak, ia akan jadi sekadar catatan kaki dalam sejarah panjang “Lake” yang terlupakan.

Kini semua mata tertuju pada Intel Developer Conference mendatang. Akankah Panther Lake benar-benar muncul, atau hanya jadi mitos performa yang tertunda.

Sampai saat itu tiba, publik hanya bisa menunggu dan berharap Intel kali ini belajar dari luka lama terus menerus.

Kekurangan Intel Core Ultra 5 338H dan Arc B370

  • Masih belum jelas arsitektur sebenarnya (Xe2 atau Xe3) yang digunakan GPUnya.

  • Potensi konsumsi daya tinggi akibat konfigurasi 12-core CPU dan GPU terintegrasi besar.

  • Risiko overheat tinggi pada laptop tipis tanpa pendingin khusus.

  • Ketergantungan pada driver yang historisnya tidak stabil di gim berat.

  • Janji efisiensi belum terbukti dalam pengujian dunia nyata.

Formulir Kontak