Apa Itu Terapi Mind Body? Pulih untuk Tumbuh: Saat Ethos Mengetuk Luka, Menyembuhkan Jiwa Lelah - Kalimantannews.id

Apa Itu Terapi Mind Body? Pulih untuk Tumbuh: Saat Ethos Mengetuk Luka, Menyembuhkan Jiwa Lelah

Apa Itu Terapi Mind Body? Pulih untuk Tumbuh: Saat Ethos Mengetuk Luka, Menyembuhkan Jiwa Lelah
Ethos Kreatif Indonesia lewat USEFT Training 2025 ajak karyawan dan relawan pulihkan jiwa, ubah stres jadi semangat hidup baru
Ethos Kreatif Indonesia lewat USEFT Training 2025 ajak karyawan dan relawan pulihkan jiwa, ubah stres jadi semangat hidup baru.

Kalimantannews.id, Cilacap Jawa Tengah - Di dunia kerja modern, tekanan bukan lagi sekadar angka dan target. Ia telah menjelma menjadi beban psikis diam-diam menggerogoti semangat.

Di tengah hiruk-pikuk Cilacap Jawa Tengah pada Selasa, 28 Oktober 2025, PT Etos Kreatif Indonesia seolah menyalakan lilin di tengah kegelapan.

Ethos USEFT Training 2025, pelatihan yang menjadikan kesehatan mental bukan sekadar wacana, tapi napas kehidupan.

“Pulih untuk Tumbuh,” begitu temanya. Sebuah kalimat sederhana, tapi dalamnya seperti laut samudera itu.

Dalam acara yang digelar bersama Yayasan Rintisan Amal Bunda dan Yayasan Kesehatan Mental Keluarga itu, sekitar 250 peserta hadir.

Bukan hanya karyawan Ethos, tapi juga relawan. Mereka datang bukan sekadar belajar, melainkan berusaha menyembuhkan diri.

Ritual Mengetuk Diri

Di ruang pelatihan, tangan-tangan mengetuk pelan area wajah dan tubuh tapping, begitu istilahnya. Tidak ada mantra ajaib.

Hanya kalimat afirmasi, kata-kata penyadaran diri yang bergetar pelan. Teknik ini disebut Ultimate SBMS EFT (USEFT) sebuah metode perpaduan antara stimulasi titik energi tubuh dan afirmasi positif.

Chairman PT Etos Kreatif Indonesia, Mukit Hendrayatno, menatap para peserta dengan senyum teduh, tapi penuh makna.

“USEFT membuka wawasan tentang bagaimana langkah-langkah sederhana bisa mengurai akar persoalan psikologis,” katanya.

“Kami ingin praktik ini menjadi bagian dari budaya kerja Ethos lingkungan yang tenang, sehat, dan produktif,” kata Mukit Hendrayatno.

Bagi Mukit, pelatihan ini bukan sekadar agenda perusahaan, tapi refleksi dari nilai hidup bahwa manusia bekerja bukan hanya dengan otak, tapi juga dengan hati tenang.

Ketukan Menyentuh Luka

Teknik USEFT bukan muncul dari ruang kosong. Ia merupakan evolusi dari EFT dan SEFT, dikembangkan oleh Yayasan Kesehatan Mental Keluarga.

Ketua yayasan, Vily Rudi Darmoko, menjelaskan bahwa USEFT menyentuh 17 titik meridian dasar tubuh, menggali akar masalah, lalu mengisi ruang-ruang itu dengan sugesti positif.

“Pendekatan holistik ini membantu peserta melepaskan emosi negatif seperti fobia, kesedihan, dan kecemasan,” kata dia.

Dia menutup pernyataannya dengan kalimat lembut, “Create Your Own Happiness. Kebahagiaan sejati lahir dari kemampuan untuk menerima, memaafkan, dan melepaskan luka.”

Di situ, USEFT bukan hanya tentang teknik. Ia adalah perjalanan menuju kedamaian menemukan diri ysempat hilang di antara rapat, target, dan ambisi.

Kesehatan Mental, Bukan Kemewahan

Dari sisi kemanusiaan, Anita Ratna Faoziyah, Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda, menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental sejak dini.

“Pendampingan di tahap awal bisa mencegah gangguan kompleks di masa depan,” ucapnya lirih namun pasti.

Dia bahkan bermimpi menghadirkan klinik kesehatan dan layanan dental bagi karyawan Ethos dan masyarakat, demi kesejahteraan yang holistik.

Dalam dunia sibuk mengejar capaian, pernyataan Anita terasa seperti jeda panjang napas menenangkan, pengingat bahwa kesehatan mental bukan kemewahan, ia kebutuhan dasar manusia.

Di antara ratusan peserta, ada Monalisa Masitoh, karyawan Ethos yang datang dengan rasa cemas dan trauma lama bernama tripofobia.

“Saya ikut karena penasaran,” katanya pelan. “Ternyata USEFT membantu saya melepaskan beban tak pernah saya sadari.”

Dia belajar menatap dirinya sendiri tanpa takut. Ketukan kecil di wajah berubah jadi gerbang menuju ketenangan batin.

Sementara itu, Muhammad Nur Fadllirrohim, datang karena tugas kantor, tapi pulang dengan hati yang lebih ringan.

“Latihan ini membuat saya berdamai dengan diri sendiri,” ujarnya. “Sesi penutup bahkan terasa seperti perjalanan pulang ke rumah yang lama saya lupakan.”

Kisah mereka menegaskan satu hal sederhana, bahwa setiap manusia ingin pulih asal diberi ruang untuk mendengar suara hatinya.

Budaya Kerja Menyembuhkan

Ethos USEFT Training bukan sekadar pelatihan motivasi, tapi gerakan budaya kerja baru yang katanya bakal berbuah cuan besar.

Di tengah dunia menjadikan stress sebagai ukuran loyalitas, Ethos justru berani berbeda. Mereka menanamkan keyakinan produktifitas sejati lahir dari jiwa tenang.

Pelatihan ini menjadi simbol perubahan cara pandang korporasi terhadap manusia. Bahwa karyawan bukan mesin target, tapi individu punya batas, punya rasa, dan punya hak untuk pulih.

Mukit juga menegaskan, kalau perihal soal Ethos ingin membawa semangat ini ke seluruh lini perusahaan.

“USEFT bukan sekadar proyek. Ia investasi bagi masa depan membangun manusia yang kuat secara emosional dan spiritual.”

Asa Menemukan Keseimbangan

Seperti tubuh yang lelah butuh tidur, pikiran yang penuh beban pun butuh ruang untuk pulih. Artinya bukan kerja rodi apalagi tanpa hasil alias gratisan bin cuma-cuma.

USEFT menjadi jembatan itu menyatukan sains dan spiritualitas, logika dan empati, kerja dan ketenangan.

Dalam setiap ketukan lembut di wajah dan dada, maka, peserta seolah belajar berbicara dengan dirinya sendiri.

Bahwa tidak apa-apa merasa lemah. Bahwa menangis bukan tanda kalah. Bahwa kekuatan sejati sering kali tumbuh dari luka yang diterima, bukan ditolak.

Dari Produk ke Peradaban

Sebagai perusahaan induk menaungi bisnis herbal, kecantikan, dan makanan kesehatan, PT Etos Kreatif Indonesia memahami bahwa kesejahteraan manusia tak berhenti di tubuh.

Mereka membangun ekosistem yang utuh dari manufaktur hingga teknologi tapi di balik semua itu, mereka memilih untuk menumbuhkan empati sebagai fondasi bisnis.

Mungkin inilah gebrakan paling berani dari Ethos menempatkan jiwa manusia sebagai pusat produktivitas.

Di dunia yang semakin kompetitif, Ethos berkata lewat tindakannya bahwa pulih adalah bentuk lain dari tumbuh.

Di akhir acara, saat lampu ruangan meredup dan peserta menutup mata dalam hening, ada satu kalimat yang menggema.

“Ketenangan bukan hadiah, tapi hasil dari keberanian untuk menyembuhkan diri.” Ethos telah membuktikan, di tengah ekonomi yang terus menekan, ada ruang untuk peduli.

USEFT menjadi bukti bahwa perusahaan bisa menjadi rumah bagi jiwa-jiwa yang mencari makna atau esensi dalam.

Di setiap ketukan lembut itu, dunia sedang belajar hal sama, bahwa manusia bukanlah mesin produksi, tapi makhluk hanya bisa tumbuh jika terlebih dahulu dipulihkan.

Formulir Kontak