Ryan, Pembeli Emas Ilegal di Jantung Sanggau Viral - Kalimantannews.id

Ryan, Pembeli Emas Ilegal di Jantung Sanggau Viral

Ryan, Pembeli Emas Ilegal di Jantung Sanggau Viral
Praktik jual beli emas tanpa izin mencuat dari Kelurahan Bunut, Sanggau. Seorang penampung utama bernama Ryan diduga menjadi muara hasil tambang liar dari Desa Semerangkai. Jaringan ini disebut memiliki koneksi kuat dengan AS, kawan dekat Elan, anak Kapolda Kalbar.
Kalimantannews.id, Sanggau - Nama Ryan mendadak menjadi kunci dalam pusaran bisnis emas haram di Kalimantan Barat. 

Sosok ini bukan sekadar pengepul kecil. Ia adalah titik akhir dari seluruh jerih payah penambang liar yang mengeruk perut bumi Desa Semerangkai tanpa izin. 

Di tangannya, bongkahan emas itu berubah menjadi aliran dana yang tak tersentuh catatan negara.

"Namanya Ryan. Dia pembeli emas," bisik seorang sumber yang enggan disebut jati dirinya.

Kalimat singkat itu menyimpan makna dalam. Ryan bukanlah pemain baru. Ia telah menjadi denyut nadi transaksi gelap ini, menghubungkan para pelaku di hulu dengan pasar di hilir. 

Setiap gram emas yang keluar dari Desa Semerangkai pasti bermuara ke tangannya.

Jaring yang Melindungi

Praktik ilegal ini kian menarik karena jejaring yang membentenginya. Di belakang Ryan, ada nama besar inisial AS. 

Sumber itu mengungkap, AS memiliki kedekatan personal dengan Elan, putra Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. 

Relasi ini menciptakan tameng tak kasat mata yang membuat bisnis haram itu seolah kebal sentuhan hukum.

"Jaringan AS kawan dekat Elan anak Kapolda Kalbar. Penambang di Desa Semerangkai jual ke dia semuanya," lanjut sumber tersebut.

Pengakuan ini menegaskan adanya struktur yang rapi. Para penambang tidak bergerak sendiri.

Mereka adalah bagian dari rantai pasok yang tersentralisasi pada figur kuat. Perlindungan dari oknum berkuasa menjadi pupuk subur bagi keberlangsungan praktik ini.

Simpul Bisnis di Bunut

Kelurahan Bunut, Kecamatan Bunut, menjadi panggung utama transaksi ini. Letaknya yang strategis menjadikannya simpul vital dalam peta pertambangan ilegal Kalimantan Barat. 

Dari sini, emas ilegal mengalir lancar tanpa hambatan berarti. Suasana keseharian di kelurahan ini tetap tenang, seolah menutupi derasnya aliran logam mulia yang tak tercatat.

Penelusuran ini membuka tabir bahwa potensi kerugian negara sangat besar. Emas yang seharusnya masuk dalam tata niaga resmi lenyap begitu saja ke pasar gelap. 

Praktik ini melukai asas keadilan dan keberlanjutan lingkungan. Perut bumi dikeruk tanpa kendali, meninggalkan luka ekologis yang kelak harus dibayar mahal.

Aparat penegak hukum kini dihadapkan pada ujian integritas. Pembiaran terhadap praktik ini sama saja dengan merestui pembusukan sistemik. 

Kelurahan Bunut hanyalah satu titik dari kemungkinan banyak simpul serupa yang tersebar. 

Membongkar jaringan ini tidak cukup hanya dengan menangkap para penambang. Akar masalah harus dijemput hingga ke pusat. 

Jika tidak, cerita tentang Ryan dan kawan kawannya akan terus berulang, menjadi legenda hitam yang menggerogoti kekayaan negeri dari dalam.

Formulir Kontak