ALAMAK! Presiden Prabowo Subianto Dibohongi Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) Rp14,69 Miliar Amblas di Siklus Setan Proyek Abal-Abal Pesisir Matang Danau Sambas - Kalimantannews.id

ALAMAK! Presiden Prabowo Subianto Dibohongi Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) Rp14,69 Miliar Amblas di Siklus Setan Proyek Abal-Abal Pesisir Matang Danau Sambas

ALAMAK! Presiden Prabowo Subianto Dibohongi Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) Rp14,69 Miliar Amblas di Siklus Setan Proyek Abal-Abal Pesisir Matang Danau Sambas
ALAMAK! Presiden Prabowo Subianto Dibohongi Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) Rp14,69 Miliar Amblas di Siklus Setan Proyek Abal-Abal Pesisir Matang Danau Sambas
  • KASUS ironi pembangunan tersaji sempurna di pesisir Desa Matang Danau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. 

  • Saat rakyat tercekik himpitan ekonomi pascaefisiensi anggaran gegap gempita era Presiden Prabowo Subianto, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) justru pesta pora menggasak duit negara Rp14,69 miliar. 

  • Proyek pengaman pantai berkedok penyelamatan abrasi ini hanyalah topeng. Fakta lapangan membongkar borok menjijikkan pekerjaan asal-asalan, material abal-abal, volume mark up massif, serta kongkalikong busuk antara pejabat BWSK 1, kontraktor hitam PT Ananda Anabanua, hingga oknum petinggi Kementerian PU. 

  • Siklus setan korupsi infrastruktur kembali berputar kencang. Rakyat Sambas dikorbankan, pantai tetap tergerus, sementara para begundang anggaran berpesta di atas penderitaan warga.

  • Presiden Prabowo Subianto wajib turun tangan! Jangan cuma diam membisu menyaksikan anak buah merampok duit APBN di depan mata. 

  • Copot para pejabat bejat Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) sekarang juga! Seret mereka ke pengadilan! 

  • Selamatkan sisa duit rakyat sebelum habis ditelan siklus setan proyek-proyek siluman berikutnya!

Kalimantannews.id, Sambas - Ironi menyayat terukir di pesisir Desa Matang Danau Kabupaten Sambas Kalimantan Barat hari ini. 

Di saat rakyat berjuang melawan himpitan ekonomi, negara justru gelontorkan dana fantastis Rp14,69 miliar. 

Sayangnya, proyek pengaman pantai berlabel Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ini kuat dugaan hanya menjadi panggung sandiwara bancakan massal.

Papan informasi megah terpancang di antara pepohonan pantai. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum lewat Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) terang-terangan memajang kontrak kerja. 

PT Ananda Anabanua ditunjuk sebagai pelaksana, kontrak diteken 6 Februari 2026. Total 240 hari kalender diberikan guna merampungkan benteng penahan abrasi.

Fakta administrasi tersaji rapi. Publik bisa membaca nomor kontrak, sumber dana, berikut nilai fantastisnya. 

Namun, transparansi semu ini runtuh seketika tatkala mata awam menelisik realitas teknis di lapangan. 

Sebab, papan proyek sekadar formalitas belaka. Kenyataan pahitnya, duit rakyat lenyap tanpa jejak manfaat signifikan.

Apakah desain pengaman pantai sungguh menjadi solusi abrasi akut? Ataukah volume kerja sekadar akal-akalan kontraktor agar selaras kontrak? 

Material batu, beton, dan geotekstil dipertanyakan spesifikasinya. Semua serba gelap, minim akses verifikasi publik independen.

Benteng pantai semestinya jadi tameng pemukiman serta lahan produktif. Bukan sekadar semen dan batu yang berdiri gagah lalu ambrol diterjang ombak kecil. 

Ukuran sukses mestinya berjangka panjang kemampuannya menahan dinamika ganas Samudra Pasifik yang menghantam pesisir Sambas. 

Pertanyaannya, mampukah bangunan itu bertahan? Melihat pola kerja serampangan, jawabannya nyaris pasti negatif.

Sesama Serigala, Rakyat Dikadali

ALAMAK! Presiden Prabowo Subianto Dibohongi Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) Rp14,69 Miliar Amblas di Siklus Setan Proyek Abal-Abal Pesisir Matang Danau Sambas
Alih-alih memberi rasa aman, proyek ini berubah jadi arena rakus korporasi. Informasi dihimpun mendalam menyebut dana tersedot habis ke kantong-kantong kolega. 

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak (BWSK 1) dituding jadi aktor utama pesta pora duit negara. 

"Mereka serakah, menikmati sendiri kue proyek tanpa sisa berarti buat kualitas bangunan," kata warga setempat. 

Bahkan praktik culas itu meluas hingga ke level petinggi Kementerian Pekerjaan Umum. 

Terus Berulang Kongkalikong Antara Pejabat Sungai, Penyedia Jasa Hitam, Pembesar Kementerian PU

Terus Berulang Kongkalikong Antara Pejabat Sungai, Penyedia Jasa Hitam, Dan Pembesar Kementerian.
Siklus setan ini terus berulang kongkalikong antara pejabat sungai, penyedia jasa hitam, dan pembesar kementerian. 

Dana Rp14,69 miliar tak ubahnya hadiah lebaran bagi segelintir elit. Potongan sana, markup sini, volume fiktif di mana-mana.

Efisiensi anggaran yang didengungkan era Presiden Prabowo Subianto serta Gibran Rakabuming Raka tak lebih dari gimik kosong di Kabupaten Sambas hari ini. 

Tuntutan transparansi APBN layaknya angin lalu. Bukti pelanggaran terang benderang progres fisik mencurigakan, mutu material abal-abal, serta nihil pengawasan dari PPK ataupun konsultan pengawas independen.

Kerugian negara membengkak dahsyat. Uang hampir lima belas miliar itu tak menghasilkan perlindungan pantai memadai. 

Abrasi tetap mengancam, warga pesisir terus dicekam was-was. Proyek mercusuar ini sekadar ajang cuci tangan administratif semata. 

Volume kontrak dipenuhi, laporan selesai, duit meluncur, sementara tanggul tak berfungsi optimal.

Masyarakat Matang Danau cuma jadi penonton bisu. Mereka tak pernah dilibatkan mengawasi mutu. 

Keberpihakan negara berhenti pada seremoni pemasangan papan informasi. Substansi akuntabilitas benar-benar dikhianati. Pantai seharusnya dijaga, malah uangnya dijarah rame-rame.

Pemerintah pusat wajib menurunkan tim audit forensik segera. Aparat penegak hukum tak boleh tinggal diam menyaksikan perampokan terstruktur. 

Para begundang anggaran berseragam dinas berikut kolega kontraktornya mesti dijerat jeruji besi. 

Jangan sampai duit rakyat kembali lenyap demi melindungi pesisir yang tak kunjung aman.

Formulir Kontak