Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kilogram Serta BBM Hadir di Ambalau - Kalimantannews.id

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kilogram Serta BBM Hadir di Ambalau

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kilogram Serta BBM Hadir di Ambalau
Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kilogram Serta BBM Hadir di Ambalau
  • Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram serta BBM bagi masyarakat Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat aman.

  • Distribusi energi diperkuat melalui pengiriman terjadwal dari Fuel Terminal Sintang menuju SPBU 3T serta pangkalan LPG dengan memanfaatkan jalur darat dan sungai sesuai kondisi geografis wilayah pedalaman.

  • Sejak awal Januari 2026, Pertamina mencatat pengiriman BBM dilakukan berulang demi menjaga kelancaran pasokan Pertalite dan Biosolar.

  • Pertamina menegaskan komitmen menjaga keandalan energi wilayah 3T dengan pengawasan distribusi ketat serta membuka layanan pengaduan publik melalui Contact Center 135 dan kanal resmi lain. Upaya ini bertujuan memastikan energi tetap tersedia, harga terkendali, dan kebutuhan masyarakat Ambalau terpenuhi secara berkelanjutan.

Kalimantannews.id, Ambalau - Di Ambalau, kecamatan terpencil Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, pagi selalu datang bersama kabut sungai. Deru mesin perahu kecil berpadu langkah warga menuju pangkalan energi.
Di wilayah ini, energi bukan sekadar komoditas. Energi menjadi denyut hidup, penggerak dapur, ladang, perahu, roda ekonomi desa.

Situasi geografis menantang menuntut kehadiran negara melalui layanan energi konsisten, terukur, serta terjaga.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan membaca realitas lapangan tersebut melalui langkah distribusi berlapis demi menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram serta BBM bagi masyarakat Ambalau.

Komitmen itu tidak lahir dari ruang rapat berpendingin udara. Komitmen tumbuh dari pemahaman medan. Ambalau bukan wilayah mudah dijangkau.

Jalur darat berliku berpadu lintasan sungai panjang menciptakan ritme distribusi tersendiri. Dalam kondisi demikian, kepastian pasokan menjadi faktor krusial. 

Tanpa energi, aktivitas ekonomi melambat, pelayanan publik tersendat, kehidupan harian terhambat. Pertamina memilih hadir melalui kerja terjadwal, terencana, serta berkesinambungan.

Area Manager Communication Relations and CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menegaskan keseriusan tersebut.

“Pertamina terus memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Ambalau. Saat ini, penyaluran BBM di wilayah tersebut dilakukan melalui satu lembaga penyalur, SPBU 3T 66.786004, menyalurkan Pertalite serta Biosolar dengan suplai berasal dari Fuel Terminal Sintang,” tutur Edi Mangun Jumat, 9 Januari 2026.

Pernyataan tersebut bukan sekadar narasi korporasi. Data lapangan mencatat aktivitas nyata. Sejak awal Januari 2026, pengiriman BBM berlangsung berulang.

Tercatat lima kali pengiriman pada tanggal satu, tiga, enam, tujuh, serta delapan Januari.

Jadwal kembali berlanjut sembilan Januari. Ritme distribusi ini disusun demi memastikan roda kehidupan Ambalau terus bergerak tanpa jeda panjang.

“Pengiriman ini dilakukan demi memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi serta layanan konsumen berjalan normal,” ujar Edi Mangun. 

Kalimat singkat itu mencerminkan filosofi layanan energi di wilayah 3T. Tidak ada ruang kompromi soal keterlambatan.

Setiap hari tanpa BBM berarti perahu nelayan tertahan, generator desa terdiam, roda ekonomi berhenti berputar.

Penyaluran BBM wilayah Sintang berlangsung adaptif. Distribusi disesuaikan kebutuhan tiap kecamatan.

Fuel Terminal Sintang berperan sentral sebagai simpul logistik. Optimalisasi terminal ini menjadi kunci keberlanjutan pasokan Ambalau. 

Pertamina memantau arus distribusi secara intensif agar suplai tiba sesuai rencana. Ketepatan jadwal menjadi penopang kepercayaan publik terhadap layanan energi negara.

Selain BBM, LPG 3 kilogram menjadi fokus utama. Tabung hijau bersubsidi ini memegang peran vital bagi rumah tangga Ambalau. Dapur warga bergantung pada pasokan stabil.

Koordinasi aktif terjalin bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, agen, serta pangkalan demi memastikan distribusi tepat sasaran.

“Pengiriman LPG 3 kilogram menuju Kecamatan Ambalau dilakukan melalui multimoda, jalur darat serta sungai, membutuhkan waktu satu sampai dua hari hingga tiba di pangkalan,” kata Edi Mangun. 

Proses ini menggambarkan kompleksitas distribusi energi wilayah pedalaman. Setiap tabung menempuh perjalanan panjang, melewati sungai berarus, jalan tanah, cuaca berubah cepat.

Meski demikian, Pertamina tidak berhenti pada pola rutin. Optimalisasi terus dilakukan. Antisipasi peningkatan konsumsi menjadi bagian strategi. 

Pada awal Januari, tambahan pasokan disiapkan hingga sekitar seratus empat belas persen dari rata rata penyaluran harian. Langkah ini menjadi bantalan pengaman menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat.

“Kami memahami kondisi geografis serta tantangan akses wilayah seperti Ambalau. Oleh sebab itu, Pertamina terus memperkuat koordinasi lintas pihak serta melakukan pengawasan distribusi agar pasokan energi masyarakat tetap terjaga,” ujar Edi Mangun.

Pernyataan ini menegaskan pendekatan empatik berbasis pemahaman lokal. Bagi warga Ambalau, keberlanjutan pasokan energi menghadirkan rasa aman.

Pedagang kecil dapat membuka warung lebih lama. Nelayan berani melaut pagi buta. 

Petani mengoperasikan mesin penggiling hasil kebun. Anak anak belajar malam hari ditemani cahaya lampu. Energi menjadi fondasi aktivitas sosial ekonomi desa.

Pasokan Energi Wilayah 3T

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kilogram Serta BBM Hadir di Ambalau
Kehadiran SPBU 3T menjadi simbol kehadiran negara di wilayah pinggiran. SPBU ini tidak sekadar tempat mengisi bahan bakar. 

Ia menjadi pusat pergerakan ekonomi lokal. Distribusi Pertalite serta Biosolar dari Fuel Terminal Sintang menjangkau kebutuhan kendaraan pribadi.

Juga angkutan umum, hingga alat produksi warga. Keberlanjutan suplai menjaga harga tetap terkendali serta mencegah praktik spekulatif.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmen menjaga keandalan pasokan energi hingga wilayah 3T. 

Komitmen ini sejalan mandat pelayanan publik sektor energi. Distribusi bukan sekadar proses logistik, melainkan wujud tanggung jawab sosial negara melalui BUMN.

Pertamina Membuka Kanal Pengaduan

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kilogram Serta BBM Hadir di Ambalau
Masyarakat diimbau memperoleh LPG 3 kilogram serta BBM melalui lembaga penyalur resmi.  Imbauan ini penting demi menjaga keteraturan distribusi serta memastikan subsidi tepat sasaran.

Pertamina membuka kanal pengaduan melalui Contact Center 135, alamat surel pcc135@pertamina.com, serta akun media sosial resmi @pertamina135.

Saluran ini memungkinkan masyarakat melaporkan temuan harga melampaui ketentuan maupun indikasi penyimpangan distribusi.

Partisipasi publik menjadi elemen penting pengawasan. Distribusi energi wilayah terpencil membutuhkan kolaborasi banyak pihak.

Warga, pemerintah daerah, aparat, agen, serta Pertamina berada dalam satu ekosistem pelayanan. Setiap laporan menjadi bahan evaluasi lapangan demi perbaikan berkelanjutan.

Cerita Ambalau bukan sekadar angka distribusi. Cerita ini berbicara tentang ketekunan menjaga denyut hidup masyarakat pedalaman.

Setiap jadwal pengiriman merepresentasikan komitmen negara. Setiap tabung LPG menandai kehadiran pelayanan publik nyata. Setiap liter BBM menggerakkan roda kehidupan desa.

Di tengah tantangan geografis, distribusi energi Ambalau menjadi narasi tentang kerja senyap namun berdampak luas. Tidak ada hiruk pikuk seremoni.

Tidak ada panggung megah. Hanya kapal melaju di sungai, truk menembus jalan tanah, petugas memastikan pasokan tiba tepat waktu. Dalam kesederhanaan itu, pelayanan menemukan maknanya.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menapaki tugas ini dengan pendekatan adaptif. Evaluasi lapangan dilakukan berkelanjutan. 

Pola distribusi disesuaikan dinamika kebutuhan masyarakat. Strategi penguatan suplai menjadi prioritas saat potensi lonjakan muncul. Semua diarahkan demi satu tujuan menjaga energi tetap hadir bagi Ambalau.

Ambalau ini juga mengajarkan satu pelajaran penting. Pembangunan tidak selalu hadir melalui proyek besar. 

Terkadang pembangunan hadir lewat konsistensi pasokan energi, ketepatan jadwal distribusi, serta kesigapan merespons aspirasi warga. Di sana, energi menjadi cerita tentang keberpihakan.

Di akhir hari, saat matahari tenggelam di balik hutan Kalimantan, lampu rumah warga Ambalau tetap menyala. 

Dapur mengepul. Perahu bersandar. Aktivitas berlanjut. Di balik ketenangan itu, terdapat kerja panjang distribusi energi. Kerja tanpa sorotan, namun memberi makna nyata bagi kehidupan.

Formulir Kontak