Kalimantannews.id, Sambas - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengecam keras ulah sekelompok orang yang mengaku dari PC IMM (Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Pontianak.
Pasalnya, mereka membuat dan menyebar pamflet di media sosial yang berisi fitnah terhadap dirinya. Dalam pamflet tersebut, foto Krisantus ditampilkan dengan mata tertutup. Tidak hanya dirinya, Gubernur Kalbar dan Kapolda Kalbar juga digambarkan dengan mata tertutup seolah-olah buronan pelaku kriminal.
Pamflet itu berisi seruan konsolidasi. Meskipun tidak secara spesifik menyebut ketiga pejabat tersebut menikmati uang Karhutla Rp60 miliar, namun pembuat pamflet dinilai mencoba menggiring opini seolah-olah ketiganya terlibat dalam kasus tersebut.
"Saya kecam keras perbuatan ini, saya tidak pernah takut, satu sen pun dari 60 miliar itu tidak pernah saya lihat," tegas Krisantus di Pemangkat dalam acara meresmikan Aula Gereja St Yosef di Pemangkat, Sambas, Rabu (14/10/2026).
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dan menyebarluaskan konten yang dapat memecah belah serta mencoreng nama baik pejabat daerah. Krisantus juga mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri pembuat dan penyebar pamflet tersebut agar tidak terjadi lagi tindakan serupa di kemudian hari.
Dalam kesempatan itu Wagub juga menegaskan kepada rakyat Kalbar untuk mempertahankan haknya atas tanah, bila tanah tersebut diyakini milik dari turun temurun (hak ulayat).
"Persoalan penyerobotan lahan masyarakat ini sering terjadi akibat ulah perusahaan, pertahankan, janga pernah takut bila yakin tanah milik turun menurun," tegasnya.(OK)
