Kapolresta Bandung Kombes Tri Suhartanto Hadir di Pameran Alutsista HUT TNI ke 81 2026 - Kalimantannews.id

Kapolresta Bandung Kombes Tri Suhartanto Hadir di Pameran Alutsista HUT TNI ke 81 2026

Kapolresta Bandung Kombes Tri Suhartanto Hadir di Pameran Alutsista HUT TNI ke 81 2026
Kapolresta Bandung Kombes Tri Suhartanto Hadir di Pameran Alutsista HUT TNI ke 81 2026
  • Pameran Alutsista HUT TNI ke 81 2026 di Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi ruang silaturahmi TNI, Polri, rakyat. 

  • Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si. hadir. Danpussenif TNI AD Letjen TNI H. Iwan Setiawan, S.E., M.M. memimpin. Warga naik Anoa dan Panser, berswafoto, merasakan kedekatan dengan tentara. 

  • Pengamanan gabungan Polresta Bandung dipimpin Kabag Ops Kompol Aef Suhendi, S.H. bersama Kapolsek Soreang Kompol Oeng Hoeruman, S.H., M.H. 

  • Acara berakhir pukul 11.00 WIB, aman, lancar, kondusif. Pesan utama: kemanunggalan TNI rakyat menjaga NKRI.

Kalimantannews.id, Bandung - Pagi di Soreang belum sepenuhnya terang. Deru mesin tempur memecah udara, memanggil warga mendekat. 

Pameran Alutsista HUT TNI ke 81 2026 di Soreang menjadi ruang temu TNI, Polri, dan rakyat. Kapolresta Bandung hadir. 

Warga naik Anoa, Panser, swafoto, silaturahmi. Pengamanan gabungan memastikan acara aman hingga pukul 11.00 WIB. 

Matahari Sabtu (3/10/2026) merangkak naik di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Bojong, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Udara pagi masih bersih. Deru kendaraan tempur memecah ketenangan. Warga berdatangan. Mereka ingin menyaksikan Pameran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dalam rangka HUT ke 81 TNI Tahun 2026.

Di depan area pameran, Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si. tampak hadir. 

Ia menyapa jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung. Personel TNI Polri bersiap. Masyarakat setempat memadati tepi jalan. Suasana hangat, akrab, penuh rasa ingin tahu.

Kegiatan dipimpin langsung Danpussenif TNI AD Letjen TNI H. Iwan Setiawan, S.E., M.M. Rangkaian acara dibuka. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.  
Sambutan disampaikan. Doa bersama dipanjatkan. Pejabat meninjau area pameran. Semua berjalan runut.

Dalam sambutannya, Letjen TNI H. Iwan Setiawan menegaskan pameran ini digelar untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Warga Kabupaten Bandung diberi kesempatan mengenal lebih dekat berbagai Alutsista. Mereka bisa berswafoto. 

Mereka bisa merasakan langsung sensasi menaiki kendaraan tempur seperti Anoa dan Panser.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana silaturahmi untuk meningkatkan kebersamaan serta dukungan masyarakat kepada TNI dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Letjen TNI Iwan Setiawan.

Kalimat itu menggema. Bukan sekadar seremonial. Pameran menjadi jembatan emosi. Anak anak berlari kecil. 

Orang tua tersenyum. Tentara memberi penjelasan. Polisi menjaga arus warga. Semua menyatu dalam satu tujuan: kedekatan.

Warga datang dari berbagai penjuru. Ada pelajar, pedagang, ibu rumah tangga, pegawai. Mereka mengantre rapi. 

Panas matahari tidak menyurutkan langkah. Antusiasme terasa. Pameran Alutsista bukan tontonan biasa. Ini ruang belajar. Ini ruang silaturahmi. Ini ruang kebanggaan.

Seorang bapak menggendong anaknya. Ia menunjuk ke arah Panser. Anak itu bertepuk tangan. 

Seorang remaja mengangkat ponsel. Ia berfoto dengan latar kendaraan tempur. Seorang nenek duduk di kursi lipat. 

Ia menyaksikan keramaian dengan mata berbinar. Detail kecil ini menghidupkan peristiwa besar.

Kapolresta Bandung Dr. Tri Suhartanto memberi perhatian pada pengamanan. Ia berkoordinasi dengan jajaran. 

Polresta Bandung menerjunkan personel pengamanan gabungan. Tim dipimpin Kabag Ops Polresta Bandung Kompol Aef Suhendi, S.H., bersama Kapolsek Soreang Kompol Oeng Hoeruman, S.H., M.H. 

Mereka mengatur lalu lintas. Mereka menjaga pintu masuk. Mereka memastikan warga nyaman.

Apa Itu Kemanunggalan TNI Rakyat?


Kemanunggalan TNI rakyat bukan slogan kosong. Pameran membuktikan. Warga bisa menyentuh Alutsista. 

Warga bisa naik Anoa. Warga bisa duduk di Panser. TNI membuka diri. Polri mengawal. Forkopimda hadir. Semua elemen bersatu. Kebersamaan ini penting. NKRI berdiri di atas dukungan rakyat.

Letjen TNI H. Iwan Setiawan menyebut kegiatan ini sarana silaturahmi. Pesannya jelas. Dukungan masyarakat kepada TNI menjaga keutuhan NKRI. 

Pesan ini relevan. Dunia berubah cepat. Ancaman datang dalam berbagai bentuk. Kedekatan TNI dan rakyat menjadi benteng.

Seorang pedagang es keliling mengaku dagangannya laris. Ia senang acara ini digelar. Warga Soreang merasa dihargai. 

Mereka tidak hanya menonton. Mereka dilibatkan. Mereka diajak mengenal alat pertahanan. Mereka diberi ruang bertanya.

Di sisi lain, petugas kesehatan bersiaga. Ambulans terparkir. Pos keamanan berdiri. Koordinasi lintas sektor berjalan. 

TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, semua bergerak. Tujuan utama keselamatan warga. Kenyamanan pengunjung. Kelancaran acara.

Pameran ini bukan hanya pamer kekuatan. Ini pendidikan publik. Anak anak melihat tank. 

Remaja belajar sejarah. Orang tua mengenang masa. Masyarakat memahami peran TNI. Peran Polri. Peran rakyat. Semua saling melengkapi.

Kapolresta Bandung menegaskan komitmen. Ia hadir memberi dukungan. Ia memastikan pengamanan maksimal. 

Ia menyapa warga. Ia berbincang dengan personel. Kehadiran ini simbol sinergi. Sinergi TNI Polri. Sinergi aparat rakyat.

Letjen TNI H. Iwan Setiawan mengajak masyarakat menjaga persatuan. Pesan ini penting. Indonesia besar. 

Indonesia beragam. Kebersamaan modal utama. Pameran menjadi wadah. Wadah silaturahmi. Wadah edukasi. Wadah kebanggaan.

Pengamanan Aman Kondusif


Kapolsek Soreang Kompol Oeng Hoeruman mengonfirmasi seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berakhir pukul 11.00 WIB. 

Acara berjalan aman, lancar, kondusif. Tidak ada hambatan berarti. Personel gabungan bekerja sigap. Arus warga terkendali. Area pameran tertib.

Kehadiran Kapolresta Bandung menegaskan sinergi. TNI dan Polri tidak berjalan sendiri. Mereka bersama rakyat. 

Pameran Alutsista menjadi cermin. Kekuatan militer bukan alat menakutkan. Kekuatan militer adalah pelindung. Rakyat adalah pemilik negeri. TNI adalah penjaga. Polri adalah pengayom.

Pukul 11.00 WIB, acara pembukaan usai. Warga masih bertahan. Mereka mengabadikan momen. 

Mereka mengajak keluarga. Mereka pulang dengan cerita. Cerita tentang Anoa. Cerita tentang Panser. 

Cerita tentang tentara ramah. Cerita tentang polisi sigap. Cerita tentang Soreang pagi penuh makna.

Di balik Alutsista, ada harapan. Di balik seragam, ada pengabdian. Di balik pameran, ada silaturahmi. 

Kabupaten Bandung menjadi saksi. HUT ke 81 TNI Tahun 2026 menjadi titik temu. TNI, Polri, rakyat, satu napas. Satu langkah. Satu tujuan.

Peristiwa ini mengajarkan banyak hal. Keamanan bukan hanya tugas aparat. Keamanan adalah kerja bersama. 

Kedekatan bukan hanya retorika. Kedekatan adalah kehadiran. Pameran Alutsista membuka ruang dialog. Warga bertanya. Petugas menjawab. Anak anak belajar. Orang dewasa memahami.

Di ujung acara, Kapolresta Bandung meninggalkan lokasi. Personel tetap bersiaga. Warga bubar perlahan. 

Jalan Jenderal Sudirman kembali lengang. Namun gaung kebersamaan tetap tertinggal. Soreang pagi itu mencatat satu hal: TNI dan rakyat tidak terpisahkan.

Warga berharap acara serupa digelar lagi. Mereka ingin lebih dekat dengan TNI. Mereka ingin lebih dekat dengan Polri. 

Mereka ingin Alutsista dikenal. Bukan untuk perang. Tetapi untuk pertahanan. Untuk perlindungan. Untuk kedaulatan.

Di sudut pameran, seorang anak bertanya kepada tentara. Apa itu Anoa? Tentara menjawab ramah. 

Anoa adalah kendaraan tempur. Anak itu mengangguk. Matanya berbinar. Momen kecil ini bermakna. Edukasi hadir tanpa sekat. Dialog berjalan hangat.

Polisi mengatur arus. Tentara menjelaskan alat. Warga menikmati acara. Forkopimda mendampingi. 

Semua berjalan sesuai rencana. Pukul 11.00 WIB, pembukaan resmi berakhir. Namun semangat tidak berakhir. Pameran masih berlanjut. Warga masih bisa datang.

Kekuatan sebuah bangsa tidak hanya pada senjata. Kekuatan bangsa ada pada persatuan. Pada kepercayaan. 

Pada silaturahmi. Pada kedekatan pemimpin dan rakyat. Soreang memberi contoh. HUT ke 81 TNI menjadi momentum. Momentum memperkuat NKRI.

Formulir Kontak